seputarbanten.com-CILEGON, Kesadaran masyarakat Kota Cilegon kini semakin rendah untuk melestarikan bahasa daerahnya. Hal itu dirasakan juga oleh Jawara Seni Cilegon, Uyat Novayatno, jika perilaku masyarakat yang kekinian sekarang cenderung menggunakan bahasa Nasional.

Guna melestarikan bahasa daerah Kota Cilegon, akhirnya lelaki berambut panjang ini berupaya menggagas ide ngecaprak, yakni sebuah dialog yang menggunakan bahasa daerah Kota Cilegon, sejak 2012 lalu dan baru direalisasikam 2016 ini.

Diakui Uyat yang biasa disapa mame yai saat ditemui di Griye Seni Mameu Yai di Ling Jerang Barat, Kelurahan Karang Asem, Kecamatan Cibeber. dirinya telah berhasil menyelenggarakan lomba ngecaprak tingkat Kota Cilegon, di Ramayana Cilegon

"Saya berpikir bahasa Cilegon ini harus diminati oleh generasi penerus. Awalnya saya sempat khawatir minim peserta yang ditarget 20 orang, ternyata membludak hinggal 50 orang lebih. Namun saya harus membatasi hingga 24 orang saja," tuturnya.

Meskipun dalam lomba ngecaprak tersebut masih ada yang menggunakan bahasa campuran, yakni daerah Kota Cilegon dan Nasional, Uyat meyakinkan, lomba ke depannya harus dikhususkan untuk bahasa daerah Kota Cilegon saja.

"Saya harus mengubah mindset lawakan ngecaprak ini untuk diminati masyarakat, terutama generasi muda. Ngdcaprak itu lawakan yang bisa dilakukan lebih dari satu orang. Lalu mereka dapat berinteraksi dengan penonton, sekaligus penonton juga dapat memberikan pertanyaan atau adu lawakan," ungkapnya.

Menariknya setelah dilakukan banyak lomba ngecaprak, Mame akan membentuk wadah untuk menampung jawara ngecaprak di Kota Cilegon. Sebab, gagasan ngecaprak ini langsung dibuat olehnya yang merupakan warga asli Kota Cilegon.

"Anak-anak muda jaman sekarang dirasa sudah tidak bangga lagi menggunakan bahasa daerah Kota Cilegon. Makanya, melalui wadah itu kita bisa berbagi ilmu dan pengalaman, maupun yang lainnya. Kegiatan lomba juga akan saya lakukan setiap tiga bulan sekali antar kelirahan 6 bulam sekali kecamatan, dan festival besarnya tiap satu tahun sekali tingkat Kota Cilegon untuk merebutkan piala bergilir dari walikota," terangnya.

Dalam target terdekat ini, tambah Mame, ia akan melakukan sosialisasi ke sejumlah sekolah agar anak sekolah tertarik dengan budaya bahasa daerah Kota Cilegon melalui ngecaprak. Ia berharap, Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Cilegon Mohtar Gojali, dapat bantu memfasilitasinya.

"Semoga Pemerintah Kota Cilegon juga mendukung, karena melestarikan budaya bahasa cilegon bisa dimulai dari usia muda," tutupnya (Dewan)
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: