seputarbanten.com-SERANG,Majlis Ulama Indonesia (MUI) Kota Serang mengimbau kepada seluruh warga Kota Serang, terutama masyarakat muslim di Kota Serang untuk tidak melakukan Golongan Putih (Golput) pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Banten 2017 mendatang.

Menurut Sekretaris Umum MUI Kota Serang, Amas Tajudin MUI menilai golput merupakan kegiatan yang bukan bagian dari unsur-unsur berdemokrasi di Indonesia dan akan berpengaruh terhadap legitimasi pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Banten 2017-2022.

“Selain ini, memberikan suara pada Pilgub merupakan suatu hak bagi setiap warga dan dapat menentukan masa depan Banten, kalau warga tak memilih berarti masyarakatnya juga masih tak menjunjung tinggi UUD 1945 dan Pancasila, dan didalam Islam juga kita telah diajarkan untuk mengutamakan musyawarah atau berdemokrasi,” katanya

Oleh sebab itu, Amas mengajak masyarakat untuk tidak Golput dan menentukan pilihan sesuai dengan apa yang diharapkan oleh hati nurani warga masyarakat tersebut.

"Meski demikian, saya harap pilihan warga untuk menentukan calon kepala daerah harus sesuai hati nurani," ujarnya

Amas juga menegaskan agar seluruh masyarakat cerdas dalam memilih artinya pilihlah pasangan calon yang memiliki keikhlasan dalam memimpin Banten bukan dilatar belakangi oleh kepentingan semata.

“Kemudian, masyarakat harus cermat dan kritis, jangan sampai mau disuap dengan uang yang besaranya belum tentu besar-besar amat, pilihlah berdasarkan pilihan hati,” tegasnya

Amas menilai, kalaupun masyarakat masih bingung menentukan pasangan calon mana yang akan dipilih, menurut dia, pilihlah pasangan calon yang berbasis pesantren ahlu sunah waljamaah, mampu menjaga kerukunan umat beragama dan pasangan calon yang menghomati kalangan generasi muda.

“Sejauh ini pengeluaran fatwa belum terpikirkan, namun, persoalan Golput akan kami bawa pada setiap rapat di MUI bersama pengurus yang lain,” ujarnya

Diketahui, Pemerintah tak pernah melarang Golput, tetapi melalui pasal 292, 293, dan 301 Undang-Undang Nomor 8 tahun 2012 seseorang dapat dipidana apabila mengajak masyarakat untuk tidak berpartisipasi dalam pemilu. Namun, MUI pada Pilpres 2014 lalu sempat mengeluarklan fatwa haram untuk Golput dengan alasan memilih adalah melanjutkan misi kenabian. (CTB-).
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: