seputarbanten.com,-CILEGON Muktamar ke-9 Ormas Islam Al-Khairiyah yang akan digelar di Kampus Al-Khairiyah Citangkil, pada tanggal 21-23 Oktober 2016 mendatang. Rencananya akan dibuka langsung oleh Presiden RI Joko Widodo atau lebih akrab disapa Jokowi.

Panitia Pelaksana Muktamar ke-9 Al-Khairiyah, Ali Mujahidin mengatakan menjelang pelaksanaan Muktamar Al-Khairiyah, panitia terus mematangkan  persiapan. Rencananya kegiatan rutin ormas Islam yang berkontribusi atas pekembangan dunia pendidikan di Banten itu akan dibuka langsung oleh Presiden RI.

"Kita mengundang pak Jokowi, surat sudah kita sampaikan sejak 1 bulan yang lalu," katanya kemarin (26/9)

Menurut Ali, Muktamar Al-Khairiyah tahun 2016 ini akan dikemas secara beda dari kegiatan sebelumnya dan akan melibatkan seluruh kader Al-khairiyah dan masyarakat sekitar. Kegiatan ini juga akan dilaksanakan berbagai macam kegiatan yang akan melibatkan banyak orang.

"Selain muktamar, ada yang menarik pada kegiatan kali ini, karena partisipasi warga Al-Khairiyah cukup besar. Kita ingin kegiatan ini menjadi muktamar kebersamaan," ujarnya.

Lebih lanjut, Ali mengungkapkan, muktamar akan dihadiri sekitar 1.000 orang peserta dari ratusan lembaga pendidikan Al-Khairiyah dan pengurus yang tersebar di sejumlah provinsi di Indonesia.

"Mukamar juga akan dimeriahkan dengan kehadiran pelantun lagu religi islami, Opick dan Puput Melati juga akan hadir sebagai juri acara lomba hijab sebagai rangkaian acara muktamar," ungkapnya.

Ali mengharapkan, pelaksanaan Muktamar itu akan membawa Al-khairiyah ke kancah Nasional, terlebih memasuki usia yang ke 91 ini, jumlah kader lembaga pendidikan dan ormas Islam Al-khairiyah sudah mencapai 1 juta orang dari berbagai daerah.

"Sudah waktunya masuk kancah nasional yang lebih besar, apalagi jika dilihat dari jumlah cabang, umur, dan jumlah kader yang lebih dari 1 juta. Masyarakat bukan hanya mengenal Al-khairiyah sebagai lembaga pendidikan saja, tapi juga terdapat organisasi masyarakat didalamnya," tandasnya.

Sementara, Ketua Umum PB Al-Khairiyah Hikmatullah Sam’un mengatakan, Al-Khairiyah mengatakan muktamar untuk menyerap aspirasi dari 500 cabang di 5 rovinsi di Indonesia dan pemilihan pemilihan ketua PB Al-khairiyah untuk priode selanjutnya.

"Al-khairiyah merupakan organisasi keagamaan dan kegiatannya tergolong non profit. Sehingga pada pemilihan ketua nanti tentu bukan menjadikan lomba pemilihan pemimpin baru. Melainkan diminta untuk berjuang demi kepentingan masyarakat dan umat," katanya.

Menurut Hikmatullah, adapun kriteria calon ketua umum PB Al-Khairiyah, harus memenuhi sejumlah syarat diantaranya adalah warga Al- Khairiyah yang terbukti pengabdiannya, pernah aktif sebagai pengurus besar, taat beragama, memiliki kemampuan memimpin organisasi, dan tidak merangkap jabatan ketua pengurus di bawah pengurus besar.

"Al-khairiyah adalah organisasi sosial keagamaan dan tidak berlomba untuk menjadi ketua. Calon harus berkaitan dengan kelembagaan atau setidaknya kapabel untuk itu, dan calon juga tidak boleh main-main karena ini memimpin umat," ujarnya. (Dewan)
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: