seputarbanten.com-CILEGON - PT Krakatau Pohang Iron & Steel Company (Posco) mengklaim seluruh Tenaga Kerja Asing (TKA) yang bekerja disana semuanya Legal. Hal itu diungkapkan pasca dilakukan inpeksi mendadak oleh Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) Kota Cilegon, Selasa (6/9).

Staf Corporat Secretary and Legal PT Krakatau Posco Dinar memastikan ada sekitar 140 TKA asal Korea Selatan (Korsel) yang bekerja di PT Krakatau Posco tidak bermasalah dan semua TKA tesebut ilegal serta mengikuti aturan hukum yang berlaku di Indonesia.

"Semua yang ada disini taat dengan hukum dan semuanya legal," katanya

Dinar mengakui jika jumlah TKA yang bekerja di PT Krakatau Posco cukup banyak dan lebih dari jumlah yang ada sekarang. Namun sebagian TKA tersebut sudah kembali ke negara asalnya, lantaran Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki TKA itu sudah dikuasai oleh tenaga kerja lokal.

"TKA disini ada sekitar 140 orang yang mayoritas berasal dari Korea Selatan dan sudah banyak juga yang telah kembali karena ilmunya sudah terserap," tandasnya.

Lebih lanjut, Dinar menegaskan, adapun tempat tinggal TKA PT Krakatau Posco sudah terpantau dengan baik di tiga lokasi yang berbeda yaitu Pondok Cilegon Indah (PCI) Cibeber, Bumi Mutiara Wanayasa (BMW) Serang dan asrama di Gunung Pinang Serang.

"Semuanya tinggal di tiga lokasi itu," tegasnya.

Sementara itu, anggota Timpora dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cilegon, M Syahdi mengatakan dari hasil sidak timpora di PT Krakatau Posco yang terdiri dari Disnaker, Imigrasi, Kepolisian dan TNI tidak ditemukan adanya pelanggaran.

"Dari hasil sidak ini kita tidak menemukan tenaga kerja asing yang ilegal," katanya.

Menurut Syahdi, adapun pemeriksaan yang dilakukan oleh Timpora diantaranya pemeriksaan dokumen-dokumen ketenaga kerjaan, keimigrasian dan yang berhubungan dengan TKA. Hal itu untuk memastikan legalitas TKA yang ada di Cilegon.

"Kita hanya mengecek keberadaan tenaga kerja asing untuk memastikan dokumen mereka, dan rata-rata mereka memiliki Kartu Izin Tinggal Sementara (KITAS)" ujarnya.

Syahdi menambahkan, dari total jumlah TKA yang ada di PT Krakatau Posco rata-rata TKA yang bekerja di perusahaan baja asal korea itu merupakan karyawan organik.

"Total tenaga kerja asing yang telah diperiksa sekitar 150 pekerja dan rata-rata para pekerja merupakan karyawan organik," tambahnya.

Saat ini, Syahdi menegaskan semenjak diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) dan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 21 Tahun 2016 tentang bebas visa untuk wisatawan dari 169 negara, Cilegon menjadi lokasi yang sangat rawan dikunjungi TKA ilegal.

"Untuk mengantisipasinya, Disnaker yang menjadi salah satu Timpora terus gencar melakukan pemantauan serta pengawasan TKA keseluruh perusahaan yang ada di Kota Cilegon," tegasnya. (Dewan)
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: