seputarbanten.com-CILEGON, PT Sentra Karya Mandiri (SKM) yang berkantor di kawasan Pondok Cilegon Indah (PCI) Kecamatan Cibeber, membantah tudingan Kecamatan Cibeber yang menuding, perusahaan perusahaan yang bergerak dibidang steel stockist dan kontruksi, belum pernah membayar kontribusi maupun penyaluran program Corporate Social Rensponsibility (CSR) terhadap masyarakat maupun lingkungan setempat.

Manger Human Resources Development (HRD) dan General Affair (GA), Ruth mengaku sejak akhir tahun 2014 lalu, pihaknya rutin melakukan penyaluran CSR ke warga di Lingkungan Ciberko, Kelurahan Kalitimbang, tempat berdirinya gudang milit PT SKM.

"Setiap bulannya kita memberikan CSR sebesar Rp3 juta sejak bulan Desember 2014 lalu. Adapun dana CSR yang kita salurkan untuk 4 item, yaitu kepemudaan, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), sosial dan masyarakat," katanya

Menurut Ruth, terkait kedatangan pihak Kecamatan Cibeber ke kantornya diduga telah terjadi miss comunikasi antara perusahaan dengan pihak kecamatan. Sebab layangan surat terguran yang diberikan kepada perusahaannya, masih memiliki tenggan waktu yang cukup panjang.

"Saat ada permohonan untuk kurban itu, kita memberikan uang Rp1 juta, bukan berbentuk kurban. Kemudian datanglah surat teguran itu kepada kami pada hari Rabu 14 September 2016 dan disana tertera teguran itu berlaku hingga tanggal 21 September 2016. Mungkin pihak kecamatan tidak sabar, pada Jumat (16/9) datang kesini. Padahal, perusahaan kami sudah akan merespon teguran itu," ujarnya.

Selain persoalan itu gedung workshop di Lingkungan Ciberko, Ruth menegaskan tidak terjadi persoalan apapun. Sebab segala jenis izin, baik Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Izin Lingkungan maupun izin lainnya yang dikeluarkan oleh Pemkot Cilegon semuanya lengkap.

"Semua izin yang dikeluarkan oleh BPTPM (Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal-red), Tata Kota, semuanya sudah lengkap," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Camat Cibeber, Noviyogi Hermawan menuding PT SKM tidak pernah memberikan respon positif, atas teguran dari kecamatan Cibeber. Perusahaan itu, tidak pernah membayar kontribusi sejak berdiri beberapa tahun lalu, terutama realisasi program CSR.

"Kami hanya ingin memberikan peringatan kepada perusahaan yang membandel, karena selama berdiri sikap kepedulian PT SKM ini tidak pernah dirasakan oleh masyarakat di wilayah kami. Dimana, PT SKM yang bergerak dibidang steel stockist dan kontruksi ini memiliki gudang di Lingkungan Ciberko," katanya.

Pada tindaklanjut atas surat teguran pertama itu, Noviyogi mengaku, pihaknya memasang peringatan bahwa PT SKM dalam pengawasan Pemerintah Kota Cilegon melalui Pemerintah Kecamatan Cibeber. Jika tidak diindahkan, teguran itu akan terus dilakukan hingga tiga kali hingga akhirnya dilakukan sanksi penutupan.

"Jika sampai tiga kali teguran mereka tidak mau berkomitmen dengan kami dan masyarakat, terpaksa izin perusahaan akan kami tutup. Sebab, penyaluran program CSR ini telah ada aturan hukum yang berlaku, dan kami berhak menutup itu," tegasnya. (Dewan)
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: