seputarbanten.com-SERANG, Terkait Sekolah Dasar Negri (SDN) Sampang yang terletak di Desa Susukan Kecamatan Tirtayasa Kabupaten Serang, yang terpaksa harus belajar di sekolah yang tidak layak, yang kondisi dari sekolah tersebut dari 8 kelas 4 kelas dari sekolah tersebut susah tidak layak, karna dingding dan atap sekolah sudah bocor, dan kondisi ini dicemaskan oleh para guru karna rawan ambruk.

Terkait hal tersebut, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah angkat bicara, persoalan SDN tersebut sebetulnya ia telah ajukan kepada kementrian sehingga ia masih menunggu anggaran dari kementrian untuk perbaikannya.

"SDN Sampangan, Tirtayasa sudah di ajukan ke Kementerian. Kalau sampai tidak keluar dari kementerian akan di back up dari APBD‎ Kabupaten Serang," ungkapnya

Sebelumnya, Kepala SDN Sampang, Muhammad Rasidi mengatakan, ruangan yang rusak sebenarnya sudah tidak layak huni. Namun karena keterbatasan sarana dan prasarana, pihak sekolah terpaksa menggunakan kelas rusak untuk kegiatan belajar dan mengajar.

“Kadang kami  rasa cemas selalu dengan keadaan bangunan sekolah ini, kita khawatir kalau pas ada pasti atap pada bocor sebagian ruangan terkenang air,"  katanya

Rasidi menjelaskan, sekolah yang dihuni oleh 50 siswa dan 5 tenaga pengajar ini. Sebelumnya telah direhab oleh dinas pendidikan Kabupaten Serang pada 2007. 

“Kalo yang 4 ruangan lainya sudah di perbaiki pada 2007 oleh dinas pendidikan Kabupaten Serang namun masih ada yang bocor. kalo empat ruangan ini (yang rusak berat-red) masih belum di perbaiki ini sejak 1983 belum pernah di bangun kembali," jelasnya

Rasidi mengaku, pihak sekolah sangat berharap pemerintah Kabupaten Serang, dalam hal ini adalah Dinas Pendidikan agar segera membantu. Mengingat kondisi bangunan seperti, pintu rusak, jendela tanpa tanpa kaca sehingga debu masuk serta atap yang bocor kalo hujan air masuk, tembok sudah mulai rapuh dan bolong‎ dan meja yang yang terbatas serta di makan rayap, sehingga murid saat masuk berebut meja belajar.

“Kondisi bangunan seperti ini pasti akan berdampak pada aktivitas belajar dan mengajar. Bahkan semangat siswa akan terganggu, dan pada akhirnya para siswa akan sedikit malas untuk belajar,” pukasnya. (CTB-).
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: