SeputarBanten.com - Cilegon, Terkait informasi adanya penangkapan yang dilakukan pihak kepolisian terhadap salah satu PNS di Kota Cilegon yang kemudian dilepaskan kembali karena tidak terbukti mengkonsumsi narkoba, LSM Simak menyatakan ada kesalahpaman informasi yang menyebabkan timbulnya polemik dan keresahan di masyarakat. Dalam hal tersebut, LSM Simak mengungkapkan keresahan yang timbul disebabkan oleh berita-berita yang dibuat wartawan. Hal tersebut diungkapkan Miftahul anggota Simak saat kegiatan silaturrahim yang digelar Kapolres Cilegon bersama LSM, Ormas dan Wartawan Se - Kota Cilegon Banten, Kamis (08/09). 

Diketahui beberapa waktu lalu, LSM Persatuan Perjuangan Masyarakat Cilegon (PPMC) mengadakan pertemuan dengan para tokoh untuk melakukan aksi unjuk rasa terkait beberapa kasus narkoba yang melibatkan oknum PNS dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon yang beberapa waktu kemarin sempat ramai diberitakan beberapa media. Namun dari semua kasus yang terjadi, seperti diberitakan adanya tujuh anggota DPRD yang dinyatakan positif mengkonsumsi narkoba, hasil akhir atau keterangan yang diberikan pihak Kepolisian dan BNNK Cilegon menyatakan tidak ada anggota DPRD yang terbukti mengkonsumsi narkoba. Adapun hasil yang keluar sebelumnya dikatakan BNNK diakibatkan efek dari obat biasa yang dikonsumsi dikarenakan ketujuh anggota DPRD sedang sakit dan diharuskan meminum obat yang didalamnya terkandung beberapa zat yang juga bisa ditemukan pada obat-obatan terlarang (narkoba).

Menanggapi apa yang diungkapkan LSM Simak, Kepala Biro salah satu media Harian Nasional yang juga merupakan Sekjen LSM Front Pendamping Rakyat (FPR), Aswapi Aman mengatakan pemberitaan yang beredar dimasyarakat adalah tulisan wartawan. Namun dalam hal ini, apa yang ditulis wartawan merupakan pernyataan dari orang lain atau narasumber bukan opini atau karangan wartawan itu sendiri dan dalam hal ini dirinya menyatakan wartawan tidak bisa disalahkan. 

"LSM tidak faham alias tidak ngerti, emang yang diberitakan oleh wartawan itu komentar wartawan sendiri, itu kan komentar dari sumber. Wartawan hanya penulis, ketika ada yang komentar mau benar mau tidak itu tanggung jawab sumber dan harusnya ditanyakan ke narasumbernya bukan wartawan. Kalaupun pernyataan narasumber tidak benar atau bohong berarti yang bohong si narasumber bukan wartawan dan sekali lagi wartawan hanya sebagai penulis," ungkapnya.

Hal senada diungkapkan, Wahyu Riyadi Pemimpin Redaksi salah satu media di Banten. Ia mengatakan bukan merupakan kapasitas LSM untuk mengomentari pemberitaan. "Tugas LSM itu melakukan kontrol pembangunan pemerintah. Bukan kapasitasnya LSM yang bergerak bukan di media dan mengomentari pemberitaan. Media sudah ada yang mengawasi dan yang berhak untuk mengomentari, mengkritik dan mengevaluasi segala bentuk pemberitaan itu sudah ada Dewan Pers dan lembaga pers lainya, seperti PWI, IJTI, AJI dan KPI," terangnya.

Sementara itu, Ketua PWI Kota Cilegon, Heni Murniati menyatakan salah jika ada oknum LSM men-generalkan semua wartawan hanya karena tulisan satu orang. Maka dari itu dalam hal ini pihaknya menghimbau kepada seluruh masyarakat baik pejabat, ormas, ataupun LSM untuk tidak melakukan hal yang serupa kepada wartawan atau media. "Itu jelas salah kalau dia men-generalkan semua wartawan ataupun media. LSM itu juga harus jelas masyarakat mana yang resah. Apakah masyarakat anggota LSM itu atau yg mana. Makanya kita (pers) dalam setiap pemberitaan juga membiasakan mengatakan oknum untuk menyebut salah satu di antara komunitas jika ada yang salah sehingga tidak men-generalkan semua orang yang ada di komunitas, organisasi atau kalangan tertentu," ujarnya.

Heni menambahkan, sebagai media kontrol di masyarakat, wartawan atau media berfungsi menyampaikan informasi yang mencerdaskan masyarakat bukan yang meresahkan. Maka dari itu perlu pelatihan untuk menjadi seorang wartawan yang bisa menulis secara baik dan benar, bukan berarti cukup bisa menulis, bisa foto dan modal ID card saja tutupnya.

(Pers Se-Banten)
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: