seputarbanten.com-CILEGON, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon menggelar Bimbingan Teknis (Bintek) peningkatan kapasitas SDM penanggulangan bencana yang difokuskan pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan berkomunikasi menggunakan pesawat radio Handy Talky (HT).

Bintek yang diikuti oleh internal BPBD, Palang Merah Indonesia (PMI), relawan dan Taruna Siaga Bencana (Tagana) tersebut digelar di Aula Bappeda Kota Cilegon, Kamis (8/9).

Kepala BPBD Kota Cilegon Purwadi mengatakan, Bintek kali ini difokuskan pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan berkomunikasi menggunakan pesawat radio HT, karena sangat berfungsi ketika tanggap darurat sehingga terjalin komunikasi yang baik.Selain itu, lanjut Purwadi, ada peraturan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggunakan kode khusus ketika menggunakan radio HT.

“Makanya saat ini kita latih, di hafal kode bahasanya, dipraktikan supaya ada bahasa yang sama mengenai kebencanaan, sehingga para petugas dan relawan saat bencana sudah memiliki keterampilan berkomunikasi yang baik,” ujarnya.

Purwadi mengungkapkan, saat ini BPBD Cilegon memiliki 12 alat komunikasi HT. menurutnya penggunaan HT sangat diperlukan ketika pra bencana dan tanggap darurat bencana.

“Misalkan saja, saat bencana di Ciwandanhampir seluruh satelit komunikasi tidak bisa digunakan, jadi butuh alat komunikasi radio HT untuk kita bisa berkomunikasi. Dan ke depan alat HT ini mudah – mudahan akan kita tambahkan,” katanya.

Sementara itu, Plt. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon Ratu Ati Marliati dalam sambutannya mengatakan, dalam catatan Indeks Resiko Bencana Indonesia (IRBI) yang dikeluarkan oleh BNPB, Kota Cilegon menduduki urutan ke-103 dari 494 Kabupaten dan Kota Se Indonesia dengan skor 182, artinya Kota Cilegon dikategorikan sebagai wilayah yang memiliki resiko tinggi terhadap bencana.

“Untuk itu diperlukan adanya upaya pengurangan resiko bencana dengan cara dan kekuatan yang dimiliki masyarakat yang memungkinkan mereka untuk mempersiapkan diri, mencegah, menjinakkan, menanggulangi, mempertahankan diri dalam menghadapi ancaman bencana dan dengan cepat memulihkan diri dari akibat bencana,” terangnya.(Ipul)
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: