seputarbanten.com-CILEGON, Dua pemuda masing-masing berinisial PBU (26) warga Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Pulomerak dan DDS (29) warga Kelurahan Cilaku, Kecamatan Curug, Kota Serang digerebek personil Satuan Narkoba Polres Cilegon usai mengkonsumsi narkoba jenis sabu-sabu di penginapan wilayah Gerem, Kecamatan Grogol.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Banten Raya, Penangkapan itu dilakukan atas informasi warga terkait aktifitas terlarang kedua pelaku. Mendapatkan info tersebut, Satnarkoba kemudian melakukan penangkapan kepada kedua pada hari Minggu (18/9) dini hari sekitar pukul 03.50 WIB, di parkiran mobil disebuah penginapan yang berada di Kelurahan Gerem.

Saat ditangkap, polisi menemukan satu paket plastik bening berisi kristal yang diduga narkotika jenis sabu-sabu dengan berat kotor 0,56 gram dan seperangklat alat hisap sabu atau bong yang terbuat dari bekas botol air meniral.

Keduanya, kemudian digelandang ke Mapolres Cilegon bersama barang bukti yang ditemukan dari keduanya. Hingga saat ini, Satnarkoba Polres Cilegon masih melakukan pengembangan terkait asal muasal barang haram yang digunakan oleh kedua pemuda tersebut.

Kasatnarkoba Polres Cilegon, AKP Dedi Hermawan mengatakan dari dua orang pengguna sabu yang diamankannya, salah seorang pelaku PBU merupakan masasiswa di salah satu perguruan tinggi di Kota Cilegon. Sedangkan DDS merupakan karyawan swasta.

"PBU Pelajar dan DDS karyawan swasta. Kita amankan parkiran hotel di wilayah Gerem," katanya

Menurut Dedi, dari hasil penggeledahan terhadap kedua pelaku, polisi menemukan 1 paket sabu-sabu seharga Rp 900 ribu. Sebelumnya, kedua tersangka dilaporkan tengah melakukan pesta sabu didalam kamar hotel.

"Kedua pelaku dan barang bukti sabu sudah kita amankan, dan kita masih mendalami kasus ini, juga kita masih mencari asal usul barang haram itu. Untuk sementara ini pelaku masih sebatas pemakai, dan hasil tes urine positif," terangnya.

Akibat perbuatanya itu, Dedi menegaska pelaku terpaksa harus merasakan dinginnya tahanan Mapolres Kaur dan juga dijerat dengan Pasal 127 tentang pemakai atau pengguna, Undang-Undang No 35 Tahun 2009 tentang Narkoba dan diancam dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara.

"Kasus ini sedang kami kembangakan, karena ada tersangka lainnya," tegasnya.

Sementara itu, dari keterangan DDS, narkotika jenis sabu-sabu tersebut didapatkannya dari saudara EPN, setiap satu paket sabu dirinya membeli barang haram tersebut dengan harga Rp900 ribu perpaket. Orang tersebut sudah masuk kedalam daftar pencarian orang (DPO).

"Belinya 2 paket dengan harga RP 1,8 juta," ujarnya. (Dewan)
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: