seputarbanten.com-KOTASARI, PT.Limasland Realty Cilegon sebagai pengembang pembangunan apartemen greenpark terrace cilegon yang berada dilingkungan kelurahan kota sari kecamatan grogol, tepatnya dibelakang puri kerakatau hijau, pagi tadi (8/9), melakukan konsultasi publik
analisa mengenai dampak lingkungan hidup (amdal).

Dalam kegiatan tersebut warga kelurahan kota sari, menolak adanya pembangunan apartement 17 lantai tersebut, jika pengembang tidak memikirkan dampak yang akan terjadi kepada warga sekitar.

Ditemui warga komplek puri krakatau hijau Rt 22 Rw 06, Ahmad yang keluar dari pertemuan mengaku menok dengan pembangunan apartemen tersebut, lantaran bangunan apartemen itu berada di resapan air, belum lagi dampak sosial kepada warga.

"Sebelum ada apartement saja lingkungan kami sudah banjir, sekarang ditambah lagi apartement kemungkinan akan nambah parah, belum lagi dampak sosial kehidupan antara warga apartement dengan warga lingkungan," tuturnya.

Warga lain Samun dari Lingkungan sumur menjangan setelah memaparkan terkait banjir dan janji-janji pengembang perumahan yang tidak pernah ter-eralisasi, Ia pesimis jika amdal bisa dikeluarkan

"Saya yakin amdal tidak akan keluar, jika masalah lingkungan tidak segera diatasi, karna selama ini pengembang hanya janji-janji, seperti pembangunan akses ke jalan utama yang sampai saat ini tidak dilakukan," tegasnya dalam sosialisasi tersebut.

Berbeda dengan warga Camat kecamatan grogol hudri hasun, setelah memberikan sambutan mengatakan, pembangunan apartement dilingkungan kelurahan kota sari akan banyak berdampak positiv untuk warga sekitar.

"Nanti banyak warga yang akan mendapatkan keuntungan, seperti dalam pembangunan nanti banyak warga yang akan bekerja, dan juga kalau sudah jadj banyak warga yang akan dipekerjakan di apartement itu," katanya

Sementara itu Edi Suhadi Kabit APPL BLH kota cilegon, dalam mengeluarkan Amdal tidak mau berandai-andai pasalnya, peroses pengeluaran amdal sedang ditempuh.

"Sosilisisi ini merupakan salab satu proses untuk mengeluarkan amdal, kita juga dalam proses lanjutannya akan melibatkan perwakilan warga, kita tunggu saja hasilnya nanti," ungkapnya

Lilis Komariah Direktur Utama PT.Limasland Realty Cilegon, mengelak bahwa bangunan apartemen tersebut berada di resapan air, dan ia juga menuding penyebab banjir adalah aliran kali dijalan utama yang mulai mengecil, dan pemerintah belum dapat memperbaiki.

"Kita bukan dilahan yang dimaksud warga, untuk masalah banjir kita harus pikirkan bersama masalah itu, karna persolan jalan utama pemerintahlah yang memiliki kewenangan," jelasnya.

Ditemui diruang kerjanya, kepala kelurahan kota sari, Deni Yuliandi mengaku hal yang wajar jika adanya pro dan kontra dimasyarakat, namun ia akan berusaha memberikan masukan kepada pengembang.

"Kita akan terus memberikan masukan kepada pengembang terkait solusi permasalahan yang ada," pengakuannya.(Dewan)
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: