seputarbaten.com-CILEGON, Empat dari lima pelaku pemerkosaan anak dibawah umur AS (20), AR (20), PH (18) dan SY (20) diamankan Satreskrim Polres Cilegon, Kamis (29/9) lantaran melakukan pemerkosaan terhadap MH (14), anak seorang nelayan di Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang. Sementara satu pelaku lainnya MH (20) masih berstatus saksi, karena diduga tidak ikut melakukan perbuatan bejad tersebut.

Kapolres Cilegon AKBP Raden Romdon Natakusuma mengatakan penangkapan ke empat pelaku pemerkosaan itu berdasarkan laporan orangtua korban AA (42) pada bulan Juni 2016 lalu. Tentang pemerkosaan dengan ancaman pembunuhan yang dilakukan oleh lima orang pemuda kepada anaknya.

"Kami mengamankan empat pelaku pemerkosaan pada hari Rabu dan Kamis (27-28/9) kemarin. AS dan AR kita amankan pada hari Rabu, kemudian PH dan SY pada hari Kamisnya," katanya

Romdon mengungkapkan kejadian yang menimpa MH ini terjadi pada 9 Juni 2016 sekitar pukul 23.00 WIB di pantai KRU Kecamatan Puloampel, Kabupaten Serang. Kejadian bermula saat DI, rekan MH, meminta MH untuk mengantarnya ke rumah pacarnya bernama AD di Kecamatan Puloampel.

"Dirumah AD mereka memaksa korban meminum minuman beralkohol. MH sempat menolak tapi AR memaksanya untuk minum. Karena takut, korban menuruti permintaannya," ujarnya.

Setelah menenggak minuman beralkohol, Romdon mengungkapkan DI kemudian diajak AR pergi meninggalkan MH dan AD. Belakangan, hal itu dilakukan untuk memuluskan aksi pemerkosaan AR terhadap MH.

"Setelah DI pergi, AD mengaku akan mengantar pulang MH. Namun bukannya diantar pulang, MH malah diajak ke Pantai KRU," ungkapnya.

Di pantai KRU, Romdon menjelaskan MH didorong AD ke semak-semak dan ditelanjangi di bawah ancaman senjata tajam.

"Karena takut akhirnya MH diperkosa oleh AD. Selang 1 jam saya dan AR datang ke lokasi. Kemudian AR ikut memperkosanya. DI dan AD hanya melihat kejadian itu," tambahnya.

Setelah diperkosa oleh AD dan AR. Romdon menambahkan, tiga orang pelaku lainnya PH, SY dan MS datang ke lokasi kejadian. Bukannya menolong MH yang sudah tidak berdaya.Dua dari tiga orang tersebut malah ikut menggagahi MH.

"Untuk sementara MH masih kita jadikan saksi, karena dia tidak ikut memperkosa korban hanya melihat kejadian pemerkosaan itu," unkapnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Cilegon, AKP Muhammad Ridzky Salatun mengatakan ke empat pelaku itu terancam suai Pasal 81 Ayat 1 juncto Pasal 76 D Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

"Karena korbanya masih berumur 14 tahun, maka pelaku akan kita jerat dengan undang-undang perlindungan anak," katanya. (Dewan)
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: