selutarbanten.com-SERANG,Kondisi kawasan Banten lama saat ini dinilai sangat memprihatinkan, karena kondisi  kumuh, terlihat banyaknya para pedagang kaki lima (PKL) yang tidak tertata dan tak kunjung ada solusi dari Pemerintah Kota maupun Provinsi.

Ketua Kenadziran Kesultanan Banten, Tubagus A Abbas Wase mengatakan, kurang adanya perhatian dari pemerintah daerah, baik kota maupun provinsi untuk penataan kawasan wisata religi Banten lama tersebut, menyebabapkan daerah Banten Lama terkesan terlihat kumuh dan berantakan.

"Jangan sampe kami dibicarakan oleh orang luar, Banten ini kumuh, Banten ini kotor. Tapi sementata tidak pernah diselesaikan, dan kalau kami sendiri ga akan bisa. Makanya perlu ada Pemkot dan Pemrov agar bersama-sama melakukan penataan di Banten," katanya

Lebih lanjut Abas, menuturkan saat ini ada sekitar 1000 pedagang kaki lima yang berjualan di kawasan tersebut, sementara lahan untuk tempat berjualan sangatlah minim sehingga para pedagang tersebut tidak tertata dan terlihat kumuh.

"Anggaran sebesar 30 milyar dari Pemrov untuk 15 hektare pengadaan lahan belum terealisasi. Belum ada kejelasan, dan bagi saya yang penting adalah lahan PKL kita ada 1.000. Kalau ga ada lahan kan gimana kita pindahkan juga," tuturnya.

Abas menambahkan, dirinya kecewa dengan Pemerintah Kota Serang karena hingga saat ini pemkot belum menyediakan lahan untuk PKL, padahal sebelumya sempat disebutkan akan melakukan pembebasan lahan namun terkendalan Undang-Undang Cagar Budaya dimana lahan yang akan dibebaskan merupakan tanah cagar budaya.

“Tapi kan masih banyak di wilayah kita ini yang bisa digunakan untuk relokasi. Kan tidak harus di Ciputei saja, tergantung ada kemauan atau tidak,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kota Serang, Djoko Sutisno mengaku sedang mengusahakan untuk perelokasian para PKL di Banten, karena menunggu lahan ya tersedia.

"Kita juga masih mencari-mencari lahanya ko. Jadi harap sabar, kan semua juga memerlukan proses," pungkasnya. (CTB-).
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: