seputarbanten.com-SERANG, Adanya keluhan dari seorang wali murid siswa SMAN 3 Kota Serang, DPRD Kota Serang akan melakukan tindak lanjut dengan mendatangi sekolah secara langsung.

Tapi, sebelum hal itu dilakukan, DPRD Kota Serang menunggu surat pengaduan dari wali murid tersebut, Hal itu disampaikan oleh Anggota Komisi 2, DPRD Kota Serang, Tb Ridwan Ahmad saat dikonfirmasi BANPOS melalui sambungan Telpon, Rabu(26/10).

"Bikin surat pengaduan kepada DPRD Kota Serang, barulah DPRD Kota Serang bisa menindak lanjutin adanya kejadian pengeluaran siswa tersebut," ungkapnya.

Apabila belum ada surat aduan, masih dikatakan oleh Tb Ridwan Ahmad, DPRD Kota Serang belum dapat melakukan tindakan secara langsung, karena belum mengetahui permasalahanya secara detail.

"Kita juga takut salah bertindak, makanya kita menunggu surat aduan dari Wali Murid terlebih dahulu," jelasnya.

Kemudian, sambungnya, untuk laporan ke displinan ataupun pengeluaran siswa dari sekolah yang di adukan ke DPRD Kota Serang sudah banyak kejadian. "Bahkan saya juga lupa ada berapanya, yang jelas kami siap untuk melayani masyarakat. Apabila permasalahan yang terjadi jelas adanya," katanya.

Sebelumnya, Keterangan dari Orang tua Siswa, Agus mengatakan, bahwa awal dari anaknya YM dikeluarkan dari sekolah, karena perkelahian di WC sekolah. Itu pun karena anaknya tidak terima dengan perlakuan temenya, yang meminjam uang sebanyak Rp 100.000 ribu. Tapi tak kunjung dikembalikan.

"Saya pun heranya setelah selesai permasalahan ini, tiba-tiba selang satu minggu anak saya pun mendapatkan sebuah surat pengeluaran dari sekolah. Ataupun di pindahkan kesekolahan lain, tapi kenapa secara tiba-tiba dan permasalahan sudah selasai," katanya.

Dirinya pun menanyakan kepada pihak sekolah, Kenapa tidak ada inisiasi terlebih dahulu baik siswa maupun orang tua. Tiba-tiba Ada surat panggilan kepada anaknya.

"Ini pun yang masih tanda tanya saya, karena jawaban si guru bilangnya sudah tidak sanggup untuk mendidik kembali," ucapnya.

Kemudian, masih dikatakan Agus, bahwa dirinya khawatirkan kejadia tersebut dapat terjadi kepada anak yang lainya, dan seharusnya jangan tebang pilih serta ada inisiasi ataupun solusi yang diberikan dari pihak sekolah.

"Jangan kaya begini, membuat saya kecewa dengan adanya perilaku sekolah ini," ungkapnya.

Di tempat berbeda, Humas SMAN 3 Kota Serang, Sofi mengaku sudah tidak sanggup untuk mendidik siswa tersebut, karena sudah berulang-ulang melakukan kesalahan. Makanya pihak sekolah melakukan tindakan pengeluran itu.

"Kami ini sudah tidak tau mau membimbing bagaimana lagi murid ini, karena sudah banyak kesalahanya. Makanya kami kembalikan saya ke orang tua, karena kami sudah tidak sanggup lagi untuk membimbingnya di SMAN 3 Kota Serang ini," tutupnya.

Terpisah Kabid SMA/SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang, Lili Mutawali mengatakan, siswa yang bolos atau nakal dikembalikan kepada sekolah. Menurutnya sekolah sudah ada peraturan yang mengikat bagi siswa.

“Tugas sekolah memang harus bisa membina siswa yang nakal atau yang tidak baik, menjadi baik. Kalau laporan dari sekolah, dengan adanya anak ini takut mempengaruhi siswa lainnya. Tapi kita (Dindikbud-rde) bilang jangan begitu. Tapi kemudian sekolah sudah angkat tangan, daripada mempengaruhi siswa lain. Tapi sekali lagi itu yang menentukan sekolah. Kebijakan dari Dindikbud, ketika ada siswa yang dikeluarkan tidak secara langusung, minimal ada peringatan sampai tiga kali dulu,” kata Lili lewat sambungan telepon. (CTB-).
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: