seputarbanten.com-SERANG, Dindikbud Kabupaten Serang melakukan sidak ke SDN 3 Kramatwatu, karena adanya dugaan seorang siswa kelas 6 yang bernama Muhamad Syarul di duga menjadi korban kekerasan temen-temenya, dan masuk kedalam rumah sakit.

Sekretaris Dindikbud Kabupaten Serang, Sarjudin menyatakan bahwa adanya laporan pemukul ataupun pengeroyokan yang terjadi di SDN 3 Kramatwatu dinyatakan tidak ada. Karena pihaknya tak dapat informasi sedikit pun terkait adanya kejadian tersebut.

"Bahwa kunjungin kita kali ini tidak ada kejadian apapun. Tapi apabila nanti terbukti kejadian tersebut, akan diberikan sanksi sesuai peraturan yang berlaku," kata Sarjudi kepada awak media, Kamis(20/10).

Seperti diketahui, masih kata Sarjudin, bahwa sidak pada kali ini dirinya menyatakan tidak ada kejadian, lantaran Kepala Sekolah, Ketua Komite dan Walikelas melakukan kunjungan kerumah Syarul yang di Depok.

"Jadi kita datang sendiri kesini bisa diliatkan adam ayem saja. Bahkan seperti tak ada apa-apa, makanya hasil sidak kali ini kita nyatakan aman," jelasnya.

Sebelumnya, Ketua Komite, SDN 3 Kramawatu, Kabupaten Serang, Backtiar Effendi mengatakan, bahwa adanya kejadian pengeroyokan terhadap salah satu siswa disekolahnya, pihaknya tidak  mengetahui kejadian tersebut sama sekali. Karena si korban juga tidak pernah mengatakan apapun kepada guru-guru.

"Tiba-tiba saja kita kaget mendapatkan laporan dari UPTD Pendidikan Kramatwatu. Dan korban ini pun sudah tidak masuk selama seminggu dengan izin sakit. Tapi setelah mendengar laporan dari UPTD kita terkejut, karena korban sampai dirawat di rumah sakit," kata Backtiar kemarin saat ditemui disekolah.

Lanjutnya, pihak sekolah pun mendapatkan informasi pelaku-pelaku pengeroyokan dari keluarga korban. Tapi masih ditelusurin.

"Pelaku pengeroyokan ini Berinisial H dan di duga temen sekolahnya. Dan dilakukan oleh dua orang. Tapi masih kita telusurin," jelasnya.

Wali Kelas Muhamad Syarul, Nuryah mengatakan, padahal syarul adalah seorang anak yang terbilang pendiam. Tapi kenapa bisa dikeroyok oleh teman-temanya. Maka itu, hingga kini masih dalam penyelidikan pihak sekolah juga.

"Bahkan kita pun berniat akan melakukan kunjungan kerumah syahrul yang berada di Depok. Ini pun akan kita lakukan secara ramai-ramai untuk mengunjungi syarul," ucapnya.

Seperti diketahui, masih kata Nuryah, bahwa setelah mendengar adanya kejadian tersebut, pihaknya langsung menelpon orang tua syarul. Tapi tidak pernah diangkat, dirinya pun merasa bingung.

"Padahal waktu orang tua syarul nlpn ke saya, bahwa izin anaknya tidak bisa masuk dikarena sakit tipes. Tapi tiba-tiba tadi pagi kita semua (Guru-gur) terkejut akan adanya kabar bahwa syarul masuk rumah sakit karena dikeroyok temen sekolahnya," katanya.

Ditempat sama, Kepala SDN 3 Kramatwatu, Aan menambahkan, syarul adalah siswa kelas 6 B, dan dia tidak pernah membuat ulah karena dia seorang sosok yang pendiam. Tapi adanya kejadian seperti sekarang, benar-benar mencoreng nama baik sekolah.

"Makanya kita akan cari tau informasi secara lebih lanjut, karena kejadian ini harus di tindak dengan cepat. Supaya tidak terulang kembali," pungkasnya.(CTB-).
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: