seputarbanten.com-SERANG, Dengan Banyaknya aduan masyarakat yang mengeluhkan distribusi beras untuk masyarakat miskin (Raskin) dengan kualitas buruk, seperti apek dan berkutu. Hingga tidak meratanya pembagian raskin, ‎Dinas Sosial (Dinsos) Kota Serang membuka tempat nomor aduan raskin serta memberlakukan program E-Warung.

Menurut Kepala Bidang Pemberadayaan dan Kesejahteraan, Dinsos Kota Serang, Agus Muhamad Arif Hal itu dilakukan oleh Dinsos Kota Serang, supaya tidak ada laga Rumah Tangga Sasaran (RTS) ataupun Masyarakat Miskin yang resah dengan pembagian raskin,

"Saat ini masyarakat tak perlu khawatir lagi dengan persoalan raskin yang tidak layak konsumsi. Karena, bagi masyarakat yang mendapatkan Raskin dengan kualitas buruk dapat melaporkannya ‎ke nomor 081806011490‎. Saya pun sudah sampaikan kepada tiap kelurahan dan kecamatan untuk segera melaporkan bagi yang menerima raskin buruk, serta nanti saya yang turun tangan langsung lapangan. Bahkan saya telah meminta kepada pihak kelurahan dan kecamatan untuk mensosialisasikan nomor aduan raskin tersebut,” ujarnya.‎

Namun demikian, masih kata Agus, masyarakat Kota Serang masih banyak yang belum mengetahui nomor aduan tersebut, karena sosialisasi yang dilakukan oleh Dinsos Kota Serang belum optimal.

"Kami akan memfasilitasi warga yang menelpon, dan kami akan fasilitasi agar keluhan warga dapat langsung tertangani,” katanya.

Lebih lanjut Agus, pihaknya juga tengah mempersiapkan peluncuran program E-Warung, agar masyarakat nantinya akan menerima voucher belanja dalam bentuk kartu yang bisa ditukarkan dengan kebutuhan pangan pokok di warung milik Kelompok Usaha Bersama (Kube) Kementerian Sosial (Kemensos).

“Voucher belanja tersebut kalau diuangkan senilai Rp 110.000, dengan harga segitu masyarakat bisa memilih bahan makanan apa saja yang akan dia ambil,” ungkapnya.

Untuk Diketahui, sambung Agus E-Warung adalah arahan dari Presiden untuk merumuskan bantuan subsidi non tunai kepada masyarakat. Pada program itu pemerintah meyediakan kebutuhan pokok yang lebih murah dari pada harga kebutuhan pangan ditempat lain. Selain itu, perubahan mekanisme tersebut untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga miskin sekaligus meningkatkan pengawasan pertembuhan masyarakat miskin.

"Biyar tiap tahun di Kota Serang mengalami pengurangi masyarakat miskin. Karena dengan begitu, APBD pun dapat menjadi meningkat," ucapnya. (CTB-).
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: