seputarbanten.com-PROFIL, Dokter Hewan lulusan UGM tahun 2000, Danang Turni Atmaji merupakan dokter yang menangani persoalan hewan dilingkungan provinai banten.

Dari sekian banyak dokter, Danang merupakan dokter yang dapat menerima panggilan pasien kapan pun, terutama pada pasien yang memerlukan pertolongan cepat.

"Dari sekian banyak dokter di provinsi banten, saya perkirakan hanya ada 5 dokter yang membuka praktek dan saya satu-satunya dokter yang siap di panggil oleh pasien terutama pasien emergensi seperti melahirkan atau pasien yang memerlukan pertolongan cepat," tuturnya saat menangani pasien di Ace Petshop kota cilegon.

Dari pengalamannya menolong pasien, ia pernah menolong se-ekor kuda di daerah gunungsari yang luka bagian leher karna di tanduk kerbau di bagian leher, dan mesti melakukan oprasi, sementara lampu penerangan mati.

"Saya gunakan lampu motor, kuda tidak dapat di bius sehingga saya harus mengangkat satu kaki depan kuda hingga proses oprasi selesai dan berjalan lancar," ceritanya

Danang mengaku senang jika hewan yang ia bantu dapat terselamatkan, namun tidak jarang ia juga tidak dapat menolong hewan tersebut, terkadang ia juga mengalami luka karna di gigit binatang yang ia tangani, sehingga menjadi dokter hewan harus memiliki kemampuan restrtain, terutama pada hewan liar.

"Meski saya sedih tidak dapat menolong pasien, namun kembali kepada prinsip seorang dokter yang hanya sebagai petugas mengobati sesuai standar," pengakuannya.

Dokter yang membuka praktek di di jalan pandeglang palima kampung waru kidul Rt 15 Rw 04 desa kemanisan kota serang, tidak memiliki cita-cita sebagai dokter hewan, namun dengan menjadi dokter hewan ia dapat membuka usaha sendiri.

" awal mulanya saya hanya ingin mengikuti jejak orang tua yang pekerjaannya usaha mandiri, sehingga ketika saya masuk universitas dan harus dapat di UGM saya memilih jurusan yang bisa membuka usaha sendiri," ungkapnya

Untuk menjadi dokter hewan, kata Danang tidak lah seperti dokter pada umumnya, pasalnya menangani pasien hewan itu harus banyak mempelajari anatomi banyak binatang, sementara pada dokter umum hanya mempelajari satu saja anatomi nanusia.

"Contohnya jika kita menangani sakit perut pada sapi itu akan berbeda jika kita menangani sakit perut pada kuda," katanya.(Dewan)
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: