seputarbanten.com-BANTEN, Kesultanan Banten yang di dirikan oleh Sunan Gunung Jati bersama putranya Maulana Hasanuddin pada tanggal 1 muharram 933 H atau 8 oktober 1526 Masehi pertama kali berpusat di banten girang (1 km dari kota Serang) lalu dipindahkan atas petunjuk Sunan Gunung jati ke dekat pelabuhan banten, Sejak runtuhnya Kesultanan Demak Maulana Hasanuddin memproklamasikan kesulthanan Banten yang berdaulat dan lepas dari kekuasaan Kesultanan Demak maka Berdirilah Kesulthanan Banten dengan Sulthan Maulana Hasanuddin sebagai Sultan pertama Banten.

Kesultanan Banten mencapai puncak kejayaannya di bawah Sultan Ageng Tirtayasa yang mendapat pengakuan kedaulatan penuh secara internasional dari kesultanan Turki Usmani pada tahun 1638 Masehi artinya Kesultanan Banten telah berdiri dan berdaulat penuh sebagai sebuah Negara Merdeka pada waktu itu sehingga Pemerintah Kolonial Belanda merasa cemas.Sehingga memaksa Belanda melakukan politik adu domba hingga menghancurkan Kesulthanan Banten yang besar.

Akhirnya wilayah Kesultanan Banten dimasukan kedalam provensi Jawa Barat setelah kemerdekaan dan pada tanggal 4 Oktober 2000 Banten melepaskan diri dari Prov Jawa barat dan berdiri sebagai Prov Banten.

Namun kenyataan lain setelah prov Banten 16 Tahun berdiri tapi minim kemajuan yang berarti tidak seperti pada masa kejayaan Kesultanan Banten Di bawah Sultan Ageng Tirtayasa yang sampai mendapat pengakuan kedaulatan penuh dari Kesultanan Turki Usmani dan banten sempat menjadi pusat perdagangan internasional pada masa itu,Tapi Banten sekarang seperti kapal yang lambat untuk berlayar karena didalamnya banyak konflik kepentingan politik,bisnis dan kekuasaan.

Penyakit di Banten dari dulu sampai sekarang adalah mudah diadu domba antar sesama sodara saling membuka kelemahan terutama dilingkungan keluarga Kesultanan Banten sendiri dan juga menjalar sampai di tingkat pemerintahan Provensi semua terkena penyakit adu domba sehingga Prov Banten terhambat dalam kemajuannya, Ujar Tubagus Haji Abas Wasse

Tubagus Haji Abas Wasse yang juga Ketua Lembaga Pemangku Adat Kesulthanan Banten yang telah di sahkan oleh SK Kemenkumham dan Depdagri pada tanggal 1 September 2016 dan di pilih secara musyawarah oleh Majelis Pemangku Adat Kesulthanan Banten. Majelis Pemangku Adat Kesulthanan Banten terdiri dari 12 Orang keturunan Sulthan Banten secara nasab baik garis lurus Laki laki maupun dari garis perempuan secara zig zag. Maka secara otomatis Tubagus Haji Abas Wasse adalah Sulthan Banten secara Kebudayaan.

Dan Pengukuhannya akan di lakukan pada hari Sabtu tanggal 8 Oktober 2016 di alun alun Mesjid Agung Sulthan Maulana Hasanuddin di wilayah kawasan Kesulthanan Banten.

Adapun visi dan misi kedepan didirikananya Lembaga Pemangku Adat Kesulthanan Banten adalah merevitalisasi kawasan Kesulthanan Banten secara menyeluruh dan mengakar artinya akan ada pembenahan besar besaran untuk menata kembali Kesultahanan Banten. Pertama yang harus di lakukan adalah bersatunya Keluarga Kesulthanan Banten dalam membangun kembali kejayaan leluhur kita dimasa lalu dan pekerjaan besar ini tidak biasa dilakukan tanpa adanya persatuan diantara sesama Keluarga Kesulthanan Banten. ujar, Tubagus Haji Abas Wasse.

Jadi nanti kita akan adakan konfernsi Press nasional setelah pengukuhan Lembaga Pemangku Adat Kesulthanan Banten, dan ada beberapa visi dan misi yang akan kita sampaikan ke pulbik salah satunya adalah mengganti sebutan Banten Lama menjadi Kawasan Kesulthanan Banten. Lanjut, Tubagus Haji Abas Wasse.(alek)
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: