seputarbanten.com-SERANG, Persoalan ekonomi yang terjadi di Provinsi Banten, dapat menjadi sebuah pemicu utama bergabungnya sejumlah masyarakat ke organisasi radikal di Indonesia.

Hal itu karena Provinsi Banten memiliki penduduk miskin berjumlah 32,56 ribu jiwa yang dapat berpotensi menjadi sasaran empuk bagi kelompok radikal Irak Suriah Islamic State (ISIS).

Maka dari itu, Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Banten akan terus melakukan penanaman ideologi dan ajaran agama yang tidak bertentangan dengan hukum negara di Indonesia.

Selain itu, untuk menghindari bergabungnya masyarakat ke organisasi radikal tersebut FKPT juga mengimbau kepada ribuan masyarkat di Banten agar belajar berwirausaha supaya perekonomian masyarakat itu tidak terlalu kering, upaya itu diyakini bisa menjadikan masyarakat lebih susah diajak bergabung ke organsasi yang bermodus akan menjamin peningkatan ekonomi masyarakat tersebut.

Kepala Subdit Kewaspadaan, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Republik Indonesia, Intan Dulung mengatakan, bahwa masyarakat yang menjadi teroris itu dilatar belakangi oleh berbagai factor, dan salah satunya adalah ekonomi. Karena masyarakat yang penghasilannya dibawah standar sangat rentan terbujuk rayuan para mujahid palsu.

“Orang menjadi teroris bukan karena single, tapi banyak hal. Salah satunya  dipicu oleh ekonomi, ideology dan mungkin ketidak adilan. Kenapa motivasi orang berlatar belakang miskin sangat rentan? karena siapapun kalau miskin tentu kosong otak dan kosong perut sehingga mudah untuk menerima ajakan dan rayuan,” katanya

Lebih lanjut Intan Dulung menjelaskan, anggota kelompok radikal sangat pintar dalam merekrut anggotanya terutama masyarakat yang masih awam dalam memahami agama, dan terutama pada Agama Islam.

Salah satu contoh kelihaian anggota radikal tersebut, yaitu dengan memojokan keadaan yang sedang dihadapai masyarakat dan menjanjikan akan menjamin kehidupan dunia dan akhirat.

“Daripada kamu miskin terus, lebih baik kamu  pilih pemahaman ini dan kalau kamu gabung dengan kami, kamu akan masuk surga ditemani 72 bidadari. Pertanyaan ini yang selalu diberikan kepada masyarakat, dan jika masyarakat tergoda dengan rayuannya. Berarti nilai agamanya dangkal, makannyan orang harus memahami agama secara benar-benar,” jelasnya.

Selain itu, masih kata Intan Dulung, banyak ajaran kelompok radikal menjadikan ekonomi sebagai bahan untuk melakukan ajakan ajakan kepada calon anggota baru. Bahkan di kelompok radikal, membunuh sesama sudah dijamin masuk surga.

“Salah satu upaya kami, adalah bersinergi dengan semua elemen masyarakat dan kami meggandeng stak holder yang terdiri dari saudagar, tokoh masyarakat agar mereka diyakini mampu membuat masyarakat punya skill agama,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris FKPT Provinsi Banten, KH. Amas Tajuddin mengatakan, Provinsi Banten sangat terkenal di seluruh Provinsi di Indonesia baik terkenal nilai religinya, destinasi wisatanya dan tempat berkembangnya kelompok radikal. Itu pun dapat dibuktikan dengan tertangkapnya seorang teroris di Kabupaten Lebak beberapa tahun yang lalu.

“Bahkan, mereka sudah punya markas disana, dan mengapa Banten bisa seperti ini. Jawabannya sederhana, yakni Banten telah di manfaatkan oleh segelintir orang untuk memanfaatkan nilai religius yang dinilai cukup berpengaruh di Banten, dan mereka menyebar ke berbagai daerah di Banten  untuk melakukan penyusupan ke berbagai lini. Bakan mereka telah menyebarkan ajaran radikal itu di Kota Serang, Pandeglang, Tangerang dan Lebak,” ucapnya.

Ia mengimbau kepada masyarakat Banten untuk mengawasi kegiatan sejumlah klelompok yang tidak jelas dasar hukumnya. Salah satu ciri-ciri kelompok radikal itu adalah melakukan pengajian secara sembunyi-sembunyi, Bahkan isi kajiannya yakni mengharamkan amalan amalan masyarakat dan mengajak masyarakat untuk tidak percaya kepada ulama melainkan kepada Al-Qur’an.

"Makanya masyarakat harus berhati-hati, dan apabila menemukan hal ini. Langsung laporkan ke kami, ataupun kepihak berwajib," pungkasnya. (CTB-).
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: