seputarbanten.com-SERANG, S‎ulitnya masyarakat Kota Serang untuk mendapatkan Tabung gas 3 kg di Kota Serang, membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Serang menjadi kebingungan.

‎Karena Pemkot Serang sendiri tidak dapat melakukan tindakan, lantaran ‎tidak memiliki wewenang dalam mengawasi dan menindak masalah tersebut.

Kasi Bidang Perdagangan, Disperindakop Kota Serang, Toro ‎mengatakan, terkait kelangkaan tabung gas elpiji 3 kg pihaknya tidak ‎dapat berbuat apa-apa karena Pemkot Serang sendiri tidak memiliki kewenangan untuk mengawasinya. Karena pihak Pemkot hanya dapat ‎sebatas mengusulkan kuota dan menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) ‎sampai dengan ranah pangkaalan.

"B‎erdasarkan Undang-undang 23 tahun 2014 Pemerintah daerah tidak memiliki ‎wewenang untuk mengawasi terkait Gas tersebut, makanya kita bingung mau berbuat apa," ujarnya (13/10

Labih lanjut Toro menjelaskan langkanya Gas melon di Kota Serang berdasarkan informasi dikarenakan adanya pengurangan kuota dari Pusat. Namun demikian pengurangan tersebut menurutnya tidak ada konfirmasi, padahal ajuan sebelumnya kepada Pusat telah di setujui.

"Yang di ajukan saya kurang hafal, namun jumlah penambahan tabung gas 3 Kg yang kita ajukan sudah di setujui. Tapi tidak ada konfirmasi kalo ada pengurangan. Ini kita baru dapat informasi dari pusat," ungkapnya.

Kemudian dirinya pun sangat menyesalkan keputusan Pemerintah Pusat yang terkesan sebelah pihak kepada Kota Serang, karena awalnya sudah disetujui adanya penambahan gas 3 Kg. Bahkan tiba-tiba ada informasi terbaru dengan dadakan adanya pengurangan gas 3 Kg di Kota Serang

‎"Ya kalau memang betul di kurangi, saya sangat menyayangkanya. ‎Masa sudah di setujui, tiba-tiba di kurangi secara dadakan. Bahkan tanpa ada konfirmasi ke kita dengan jelas. ‎Ini mah kan namanya sebelah pihak namanya," ucapnya. (CTB-).
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: