seputarbanten.com-SERANG,Tabung gas 3 kg di Kota Serang masih menjadi pertanyaan, karena ada beberapa daerah di Kota Serang yang tidak sulit mendapatkan Tabung gas.

Salah satunya di daerah Kecamatan Kaseman, para warga di setiap Kelurahan tidak kesulitan untuk mencari tabung gas. Karena terdapat tempat agen gas sendiri.

Salah satu warga Kelurahan Bendungan, Ahmad mengatakan, bahwa tidak sulit dan gampang mencari gas 3 Kg sendiri, karena diwarung-warung terdapat gas 3 Kg sendiri. Apalagi terdapat pangkalan tabungnya.

"Jadi kita tidak pernah mengalami kelangkahan tabung gas," ujarnya,

Di tempat sama, salah pemiliki Warung, Kelurahan Bendungan, Sumiati mengatakan, tidak mengalami adanya kelangkahan gas itu sendiri, karena di daerah Kasemen terdapat pangkalan gas.

"Dua minggu sekali kita suka dikirim mas, tapi kadang kita mengambilnya sendiri ke tempat pangakalan gasnya," ucapnya.

Di tempat berbeda, daerah Kecamatan Cipocok berbeda halnya dengan daerah Kecamatan Kasemen. Karena daerah tersebut, tidak terdapat pangkalan gas maupun agen gas.

"Kita kesulitan mas untuk mencari gas 3 Kg ini, karena disini tidak ada agen gas. Kadang kita kalau ingin mendapatkan gas 3 Kg harus kebenggala terlebih dahulu, karena disitu terdapat agen gas," jelas Eva salah satu warga Kecamatan Cipocok, Kelurahan Cipocok, Perumahan Serang Hijau.

Sisi lainya, salah satu pemilik warung pinggir jalan, Kecamatan Cipocok, Husen mengaku bahwa 1 bulan sekali bisa mendapatkan subsidi gas 3 Kg, selebihnya bersabar sabar hingga 2 bulan.

"Tapi kalau mau cepat mendapatkan gas, kita langsung ketempat agen gas di benggala. Karena terdapat nomer antrian pengambilan gas," paparnya.

Sedangkan Pemkot Serang sendiri tidak dapat melakukan tindakan, lantaran ‎tidak memiliki wewenang dalam mengawasi dan menindak masalah tersebut.

Kasi Bidang Perdagangan, Disperindakop Kota Serang, Toro ‎mengatakan, terkait kelangkaan tabung gas elpiji 3 kg pihaknya tidak ‎dapat berbuat apa-apa karena Pemkot Serang sendiri tidak memiliki kewenangan untuk mengawasinya. Karena pihak Pemkot hanya dapat ‎sebatas mengusulkan kuota dan menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) ‎sampai dengan ranah pangkaalan.

"B‎erdasarkan Undang-undang 23 tahun 2014 Pemerintah daerah tidak memiliki ‎wewenang untuk mengawasi terkait Gas tersebut, makanya kita bingung mau berbuat apa," ujarnya kepada beberapa wartawan.

Lanjutnya, langkanya Gas melon di Kota Serang berdasarkan informasi dikarenakan adanya pengurangan kuota dari Pusat. Namun demikian pengurangan tersebut menurutnya tidak ada konfirmasi, padahal ajuan sebelumnya kepada Pusat telah di setujui.

"Yang di ajukan saya kurang hafal, namun jumlah penambahan tabung gas 3 Kg yang kita ajukan sudah di setujui. Tapi tidak ada konfirmasi kalo ada pengurangan. Ini kita baru dapat informasi dari pusat," ungkapnya.

Kemudian dirinya pun sangat menyesalkan keputusan Pemerintah Pusat yang terkesan sebelah pihak kepada Kota Serang, karena awalnya sudah disetujui adanya penambahan gas 3 Kg. Bahkan tiba-tiba ada informasi terbaru dengan dadakan adanya pengurangan gas 3 Kg di Kota Serang

‎"Ya kalau memang betul di kurangi, saya sangat menyayangkanya. ‎Masa sudah di setujui, tiba-tiba di kurangi secara dadakan. Bahkan tanpa ada konfirmasi ke kita dengan jelas. ‎Ini mah kan namanya sebelah pihak namanya," ucapnya. (CTB-).
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: