seputarbanten.com-SERANG, Setelah kemarin ratusan mahasiswa IAIN melakukan sebuah aksi, kini giliran mahasiswa Untirta yang melakukan aksi Demo besar-besaran.

Tapi kali ini, mahasiswa Untirta berbeda dengan mahasiswa IAIN. Karena Ratusan mahasiswa Untirta melakukan aksi, lantaran kecewa dengan keputusan Rektor Untirta, Soleh Hidayat pada saat Dies Natalis 35 tahun.

Pantauan dilokasi, aksi demo ratusan mahasiswa Untirta yang dilakukan di dalam kawasan kampus terbilang cukup anarkis. Karena para mahasiswa melakukan pembakaran ban, sebagai bentuk penolakan kebijaka dari Rektor.

Aksi yang dimulai sejak pukul 7 pagi hingga pukul 10:00 Wib. Ratusan mahasiswa menuntut kebijakan Rektor. Yaitu, menolak fasilitas akademik berbayar, tolak mata kuliah dasar umum (mkdu) di Cilegon, tolak uang pangkal, dan tolak jalur masuk ilegal, Rabu (5/10) di depan Gedung Rektorat Untirta.

Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), Ramlah Stevanus mengatakan, Universitas meminta pihak rektorat untuk segera mewujudkan permintaan mahasiswa dan tidak ada lagi di diskusi karena sudah cukup dalam enam bulan terakhir ini untuk berdiskusi.

"Kita sudah tidak mau lagi untuk berdiskusi, karena sudah sampai enam bulan kita berdiskusi tapi tidak ada hasilnya. Makanya jalan terakhir kita melakukan aksi seperti ini," jelasnya.

Kemudian, masih kata Ramlan, pihaknya pun akan kembali melakukan aksi di depan gedung utama Untirta, apabila tuntutan para mahasiswa tidak dapat di dengar.

"Kita akan kembali melakukan aksi seperti ini, kalau memang pihak kampus tetap mengabaikan tuntutan dari kita," ungkapnya.

Sementar itu, pada saat pihak kampus ingin di mintain tanggapanya, Rektor Untirta maupun Humas Untirta sedang tidak ada di kampus. Karena ada dinas luar. (CTB-).
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: