seputarbanten.com-SERANG, Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) menggelar sosialisasi dan edukasi asuransi syariah kepada masyarakat melalui program Roadshow Seminar Asuransi Syariah tahun 2016. Selain untuk mendorong peningkatan market share, hal ini juga dimaksudkan untuk memberikan pemahaman secara komprehensif mengenai produk dan keunggulan asuransi syariah.

Kegiatan yang digelar di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Kota Serang tersebut menghadirkan para pembicara yang berkopeten di bidangnya seperti, Pengurus Pusat MES Cholil Nafis, Direktorat Industri Keuangan Non Bank Syariah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) RI, serta AIA Finansial Indonesia Nina Mudrikah.

Pengurus Pusat Mes, Cholil Nafis mengatakan, bahwa perkembangan industri asuransi syariah selama kurun waktu 2014-2015 terbilang cukup berarti, di mana aset perusahaan asuransi di Indonesia naik 18,3 persen dari tahun 2014 sampai dengan Agustus 2015.

“Namun jika dibandingkan pertumbuhan aset tahun 2014 yang sebesar 20,03 persen, pertumbuhan aset tahun 2015 memang cenderung melambat. Hal ini di pengaruhi oleh perlambatan ekonomi sepanjang tahun 2015 yang berdampak pada bisnis bank syariah sebagai mitra perusahaan asuransi syariah,” kata Cholil usai kegiatan seminar, Kamis (27/10).

Ia menambahkan, meski demikian, pertumbuhan aset industri asuransi syariah di Indonesia terbilang cukup baik dibandingkan dengan pertumbuhan aset asuransi konvensional yang hanya tumbuh sebesar 15 persen pada kurun waktu yang sama.

“Pertumbuhan aset industri syariah di Indonesia ini juga diikuti oleh naiknya kontribusi bruto sebesar 32,3 persen, sedangkan untuk market share total kontribusi asuransi syariah pada asuransi di Indonesia masih sebesar 5,03 persen di pertengahan 2015,” paparnya.

Dalam seminar kali ini, lanjut Cholil, ingin mengajak masyarakat, terutama mahasiswa kampus untuk turun ke lapangan agar bisa berlatih soal keuangan di asuransi syariah. “Karena ada keterkaitan antara pelajaran di kampus dengan dunia nyata di masyarakatterutama soal asransi syariah, dan memudahkan mereka nanti setelah lulus di masyarakat tidak perlu khawatir mencari pekerjaan di bidang asuransi syariah ini,” terangnya.

Di tempat yang sama, ketua  pelaksana acara Muhammad Farid, mengatakan bahwa tujuannya dari kegiatan ini adalah untuk mensosialisasikan ekonomi syriah, khususnya asuransi syariah.

“Prinsip dari asuransi syariah ini adalah tolong menolong. Jadi kalau ada yang sakit, uang iuran diambil dari uang tabarru. Intinya prinsip dari asuransi syariah ini adalah saling tolong-menolong. Dan asuransi syariah selain lebih menguntungkan, juga barokah. Karena tidak memakai riba,” kata Farid.

Agency Manager AIA wilayah Serang Helmi Herlambang mengatakan hal yang sama. Bahwa tujuan dari seminar tersebut adalah untuk memberikan edukasi asuransi syariah kepada masyarkat dan mahasiswa.

“Selain untuk mendorong peningkatan pangsa pasar industri asuransi syariah di Indonesia, juga sebagai media silaturrahim dengan para stakeholder ekonomi syariah umumnya dan asuransi syariah khususnya dalam rangka sosialisasi dan edukasi ekonomi syariah Indonesia,” paparnya. (CTB-).
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: