seputarbanten.com-BANTEN, Pengukuhan Lembaga Pemangku Adat Kesulthanan Banten di selenggarakan pada tanggal 8 oktober 2016 atau 1 Muharram 933 H di alun alun Mesjid Agung Sulthan Maulana Hasanuddin kawasan Kesulthanan Banten kota Serang.

Acara tersebut di Hadiri oleh para raja atau sultan Nusantara dan juga ulama internasional serta tokoh masyarakat Banten, Sekda Prov Banten serta ribuan warga Banten.

Pengukuhan Lembaga Pemangkau Adat Kesulthanan Banten berdasarkan SK Kemenkumham nomor AHU 0072501.AH.01.07.TAHUN 2016 tentang Pengesahan Pendirian Badan Hukum Perkumpulan Lembaga Pemangku Adat Kesulthanan Banten pada tanggal 1 September 2016.

Berdasarkan SK tersebut Lembaga Pemangku adat Kesulthanan Banten resmi dan sah secara hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia berdiri dan di kukuhan keberadaannya. Adapun visi dan tujuan dari lembaga ini secara umum adalah pengembangan dan revitalisasi kawasan Kesulthanan Banten secara meyeluruh.

Sebelumnya Lembaga Pemangku Adat Kesulthanan Banten di bentuk atau didirikan oleh 12 orang keturunan dari Sultan Banten yang pernah memerintah di banten dan keturunan tersebut berdasarkan nasab baik secara garis lurus laki laki maupun dari garis perempuan secara zig zag dan para pendiri ini dinamakan sebagai Majelis Pendiri Lembaga Pemangku Adat Kesultahan Banten. Majelis Pendiri Lembaga Pemangku Adat Kesulthanan Banten selanjutnya memilih secara musyawarah Tubagus Haji Ahmad Abas Wasse. SH sebagi ketuanya yang secara otomatis menjadi Sulthan Banten secara Budaya.

Dalam sambutan pengukuhan Lembaga Pemangku Adat Kesulthanan Banten Tubagus H. A.Abas Wasse mengatakan Bahwa Kesulthanan Banten adalah Kesulthanan Besar yang juga telah mendapat pengakuan secara Internasional oleh Kesultahanan Turki Usmani pada masa itu.

Jadi kita sebagai anak cucu keturunannya harus mengembalikan kejayaan Kesultahan Banten secara Budaya, Dakwah dan Pendidikan.

Dalam wawancara terpisah Ketua Lembaga Pemangku Adat Kesulthanan Banten Tubagus Haji.A.Abas Wasse mengatakan bahwa Lembaga ini akan mendirikan Badan Pengelola Kawasan Kesulthanan Banten yaitu bertugas untuk mengelola kawasan bersejarah dan peninggalan situs situ sejarah dari Kesulthanan Banten yang sangat banyak terdapat di Kawasan Kesulthan Banten, Ujarnya.

Ditambahan lagi bahwa Kawasan Kesulthanan Banten ini kelak akan menjadi pusat Budaya dan Pendidikan Islam yang ada di banten dengan tujuan memberikan cahaya ilmu agama Islam keseluruh Nusantara bahkan Dunia. Sambungnya lagi.

Dalam kesempatan tersebut juga Tubagus.Haji Abas Wasse mengatakan semua impian dan cita cita yang ingin di bangun tidak mungkin dapat berjalan tanpa dukungan keluarga besar Kesulthanan Banten lainnya yang tersebar di seluruh Indonesia, Ujarnya lagi.

Ditambahkannya lagi Bahwa Kesultahana Banten harus di bangun bersama tanpa ada kecurigaan satu sama lain terutama di antara keluarga besar Kesulthanan Banten, karena penyakit utama terhambatnya kemajuan Banten adalah banyaknya adu domba yang melanda keluarga besar kesulthanan banten itu sendiri, Ujarnya lagi.

Dikatakan lagi oleh Tubagus Abbas Wasse bahwa Penyakit Kronis dikalangan keluarga Kesulthanan Banten adalah mudahnya di adu domba oleh pihak pihak lain yang tidak senang jika Kesulthanan Banten ini bisa kembali Besar dan Berjaya tentunya dalam bingkai Negara kesatuan republik Indonesia. Tambahnya.

Disinggung pula dalam peryataan lain Tubagus H. Abbas Wasse mengenai hubungan dengan pemerintah provensi Banten yang selama ini terkesan lambat dalam rangka merevitalisasi kawasan Kesulthanan Banten. Tubagus Haji Abbas Wsse mengatakan, bahwa Pemprov Banten selama ini sangat lambat dalam rencana program revitalisasi Kawasan Kesulthanan Banten sehingga sampai saat ini belum ada perubahan yang signifikan.

Padahal anggaran yang telah di sepakati sudah final sebesar Rp. 31 Milyar Rupiah dari PemProv Banten tapi sampai sekarang belum terealisasi program revitalisasi Kawasan Kesultanan Banten tersebut, Ujarnya. (Alek)
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: