seputarbanten.com-SERANG, Seorang siswa kelas 6 di SDN 3 Kramatwatu yang bernama Muhamad Syarul di duga menjadi korban kekerasan temen-temenya, dan dikeroyok hingga masuk rumah sakit.

Tapi sangat disayangkan, dengan adanya kejadian tersebut tidak diketahui oleh pihak sekolah. Bahkan pihak sekolah pun terkejut dengan tiba-tiba adanya laporan dari UPTD bahwa telah terjadi pengeroyokan siswa di SDN 3 Kramawatu, Kabupaten Serang.

Ketua Komite, SDN 3 Kramawatu, Kabupaten Serang, Backtiar Effendi mengatakan, bahwa memang benar ada kejadian pengeroyokan, tapi tidak diketahui kejadian tersebut dimana. Karena si korban juga tidak pernah mengatakan apapun kepada guru-guru.

"Tiba-tiba saja kita kaget mendapatkan laporan dari UPTD Pendidikan Kramatwatu. Dan korban ini pun sudah tidak masuk selama seminggu dengan izin sakit. Tapi setelah mendengar laporan dari UPTD kita terkejut, karena korban sampai dirawat di rumah sakit," katanya

Lebih lanjut Backtiar Effendi menjelaskan, pihak sekolah pun mendapatkan informasi pelaku-pelaku pengeroyokan dari keluarga korban. Tapi masih ditelusurin.

"Pelaku pengeroyokan ini Berinisial H dan di duga temen sekolahnya. Dan dilakukan oleh dua orang. Tapi masih kita telusurin," jelasnya.

Sementara itu Wali Kelas Muhamad Syarul, Surya mengatakan, padahal syarul adalah seorang anak yang terbilang pendiam. Tapi kenapa bisa dikeroyok oleh teman-temanya. Maka itu, hingga kini masih dalam penyelidikan pihak sekolah juga.

"Bahkan kita pun berniat akan melakukan kunjungan kerumah syahrul yang berada Depok. Ini pun akan kita lakukan secara ramai-ramai untuk mengunjungi syarul," ucapnya.

Seperti diketahui, masih kata Surya, bahwa setelah mendengar adanya kejadian tersebut, pihaknya langsung menelpon orang tua syarul. Tapi tidak pernah diangkat, dirinya pun merasa bingung.

"Padahal waktu orang tua syarul nlpn ke saya, bahwa izin anaknya tidak bisa masuk dikarena sakit tipes. Tapi tiba-tiba tadi pagi kita semua (Guru-gur) terkejut akan adanya kabar bahwa syarul masuk rumah sakit karena dikeroyok temen sekolahnya," katanya.

Ditempat sama, Kepala SDN 3 Kramatwatu, Aan menambahkan, syarul adalah siswa kelas 6 B, dan dia tidak pernah membuat ulah karena dia seorang sosok yang pendiam. Tapi adanya kejadian seperti sekarang, benar-benar mencoreng nama baik sekolah.

"Makanya kita akan cari tau informasi secara lebih lanjut, karena kejadian ini harus di tindak dengan cepat. Supaya tidak terulang kembali," pungkasnya.(CTB-).
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: