seputarbanten.com-MERAK, Warga lingkungan ciore waseh Rt 08 Rw 02 kelurahan kota sari kecamatan grogol, merasa kesal dengan PT. Marga Mandalasakti (MMS) yang membiarka Drainase yang berada disepanjang pintu gerbang Tol Cilegon barat dibiarkan mengendap, sehingga setiap kali hujan turun warga dilingkungan ciore waseh selalu terkena banjir.

Akibat dampak tersebut, warga ciore waseh pada senin malam (17/10) melakukan rapat untuk meminta PT.MMS dapat melakukan pengurakan pada drainase tersebut, untuk itu pagi tadi (20/10) salah satu perwakilan pengurua Rt mendatangi kantor kelurahan, untuk dibuatkan surat peneguran kepada PT.MMS.

Ditemui diruang kepala kelurahan, Hafidi pengurus Rt 8, menuturkan sebenarnya warga telah bosan melakukan tegoran kepada PT.MMS, namun aksi yang dilakukan PT.MMS hanya saat teguran dilakukan.

"Akibat pendangkalan dreinase tersebut yang hingga 70 persen, jika huja sekitar setengah jam lingkungan ciore waseh selalu terkena banjir," tuturnya.

Hafidi menegaskan untuk penanganan kali ini, warga menginginkan PT.MMS untuk mengeruk pendangkalan dremase mesti menggunakan alat berat.

"Kami tidak mau pelaksanaan pengerukan drainase tersebut dilakukan seperti biasanya, yaitu dengan cara manual, akan tetapi kami meminta untuk menggunaka alat berat," Tegasnya

Ia juga mengancap PT.MMS, jika keunginan warga ini tidak direspon oleh PT.MMS, Warga akan melakukan aksi besar-besaran.

"Kita aka melakukan aksi jika PT.MMS tidak merespon keinginan kami, apalagi saat ini keadaan cuaca sedang tidak menentu," ancamnya

Ditempat yang sama, Kepala kelurahan Kota Sari Deni Yuliandi, mengatakan ia telah membuat surat kepada PT.MMS terkai keluha warga, dan segera akan disampaikan kepihak MMS.

"Saya meminta PT.MMS memiliki jadwal perawatan drainase, agar pendangkala yang terjadi pada drenase tidak terlalu parah dan dapat menimbulkan banjir lingkungan sekitar," katanya.(Ipul)
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: