seputarbanten.com-SERANG, Parkir Dikota Serang perlu diwaspadai pasalnya terdapat parkir-parkir yang tidak memiliki izin dari Dinas Pehubungan dan Komunikasi (Dishubkominfo) Kota Serang, karena itu pihak Dishubkominfo memperingatkan masyarakat Kota Serang untuk mengecek kertas parkir saat memarkirkan kendaraanya.

Hal ini diungkap Kepala UPT Parkir Dishubkominfo Kota Serang, Ahmad Yani, menurutnya karcis parkir yang berizin dari Dishubkominfo Kota Serang terdapat cap dari DPPKD Kota Serang, dan tarifnya pun relative lebih murah. Bagi kendaraan roda dua hanya Rp 1000 rupiah, dan kendaraan roda empat Rp 2000 rupiah.

“Tapi kita tidak dapat memberikan tindakan apapun kepada parkir-parkir yang tidak berizin ini, karena kebanyakan di dalamnya terdapat pengelola tersendiri dari ormas-ormas di Kota Serang,” ungkapnya.

Lebih lanjut Ahmad Yani menjelaskan, Sepeti diketahui lokasi titik parkir yang tidak berizin sendiri terdapat 5 titik. Pertama di bunderan alun-alun Kota Serang maupun sepanjang jalan Kota Serang parkir tersebut tidak memiliki izin. Kedua sepanjang jalan Ciceri hingga alun-alun pun tidak ada izin parkir, dan masyarakat dapat gratis memarkirkan kendaraanya.

Ketiga, masih kata Ahmad Yani, di setiap Alfamart maupun Indomart parkir tersebut gratis, tidak ada biaya apa pun. Ke empat, parkir di kantor-kantor Pemerintahan tidak ada biaya sedikit pun, karena sudah di tanggung oleh setiap SKPD itu sendiri untuk menjaga keamanan parkiran. Terakhir kelima, di sepanjang jalan royal setiap parkiran tersebut tidak memiliki izin resmi untuk memungut biaya parkir.

“Jadi masyarakat harus berhati-hati dan memperhatikan karcis parkir dengan benar. Sesungguhnya baju parkir yang dibuat oleh Dishubkominfo Kota Serang banyak yang dipalsukan, bahkan karcis parkir pun dapat di palsukan. Lebih baik masyarakat menanyakan kepada juru parkir surat tugas mereka, karena surat tugas tidak dapat di palsukan,” jelasnya.

Pantauan dilokasi, di 5 titik parkir yang tidak berizin tersebut berjalan dengan lancar, bahkan para juru parkir pun mengaku mengelola parkir atas perintah para ormas-ormas yang ada di Kota Serang. Bahkan adapun beberapa juru parkir yang mengaku melakukan penyetoran kepada Dishubkominfo Kota Serang.

“Saya mengatur parkiran ini atas perintah dari Dishubkominfo Kota Serang, ini buktinya saya memakai baju yang diberikan oleh Dishub sendiri. Sehari saya berbagi keuntungan dengan setengah-setengah. Sehari saya bisa mendapatkan 100 ribu, jadi saya bagi 60 ribu ke Dishub dan 40 ribu saya terima. Dengan harga tarif parkir motor 2 ribu dan mobil 4 ribu,” kata salah satu juru parkir di Royal depan SMPN 4 Kota Serang yang enggan menyebutkan namanya.

Di tempat berbeda, di dalam lingkungan Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (DKCS), para juru parkir mengaku tidak memaksakan masyarakat Kota Serang untuk membayar parkir, tapi seiklasnya saja untuk kebersihan musolah di lingkungan kantor DKCS itu sendiri.

“Kita mah disini tidak memaksakan mas, kalau memang bayar yasudah kita terima. Tapi kalau tidak bayar juga tidak apa-apa mas, dan uang-uang yang bayar parkir kita larikan untuk kebersihan Musolah di lingkungan DKCS ini,” ujarnya.(CTB)
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: