seputarbanten.com-PILGUB, Calon wakil gubernur Banten nomor urut 1 Andika Hazrumy menjadi salah kandidat paling kaya dibandingkan kandidat lain pilgub Banten.

Dalam pengumuman harta kekayaan pasangan calon gubernur dan wakil Gubernur Banten di website Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Banten, Andika memiliki pundi-pundi kekayaan mencapai Rp20.744.339.190. Sedangkan pasangannya Wahidin Halim memiliki harta kekayaan Rp17.942.004.193.
Adapun calon gubernur Banten nomor urut 1 Rano Karno memiliki pundi-pundi kekayaan Rp15.794.639.511, pasangannya Embay Mulya Syarief menjadi kandidat yang memiliki harta kekayaan paling rendah yakni hanya Rp2. 097.176.000.

Anggota KPU Provinsi Banten yang membidangi teknis pencalonan Syaeful Bahri mengatakan, rilis secara resmi harta kekayaan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Banten 2017 baru akan disampaikan secara resmi Rabu (30/11) hari ini pukul 13.00 WIB di kantor KPU Banten.

“Namun, KPU Banten melalui website resmi sudah menyampaikan terkait harta kekayaan pasangan calon secara global,” kata Syaeful.

Syaeful mengatakan, pihaknya akan mengumumkan secara rinci harta yang dimiliki kedua pasang calon mulai dari harta bergerak sampai harta tidak bergerak. Pengumuman harta kekayaan calon sendiri berdasarkan pada surat Komisi Pemberantasan Korupsi Nomor B-9476/10-12/11/2016 tanggal 16 November 2016 tentang Pengumuman Laporan Harta Kekayaan Calon Kepala Daerah.

Syaeful mengatakan bahwa pihaknya bekerjasama dengan BEM-BEM se-Kota Serang membentuk program Pilgub Cerdas untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mengikuti pesta demokrasi di Banten. Kerjasama ini bertujuan untuk mengajak masyarakat agar cerdas mengikuti proses tahapan-tahapan dalam pesta demokrasi.

“Ke depan para mahasiswa bisa mengajak seluruh lapisan masyarakat agar cerdas mengikuti proses pilkada yang akan dilaksanakan pada Februari nanti. Jadi dalam tujuan pilgub cerdas intinya mengedukasi seluruh elemen masyarakat agar mengerti hakikat perpolitikan yang sebenarnya," katanya.

Saeful mengungkapkan, saat ini pola pikir masyarakat Banten hanya fokus untuk mengetahui cara memilih pasangan calon dan wakil calon Gubernur Banten. Masyarakat kurang begitu menarik untuk memahami apa yang harus dilakukan ketika mengikuti kampanye dalam mengikuti Pilgub 2017.

"Saat ini, yang sering muncul di lingkungan masyarakat ialah, para timses saling memprovokasi warga untuk memilih salah satu pasangan calon. Sementara sisi edukasi politiknya kurang diperhatikan. Semestinya timses juga mengedukasi warga agar cerdas dalam mempelajari politik yang santun. Jangan sampai dalam masa kampanye ini muncul kampanye negatif, harusnya kan timses dan juga pendukung lainya mengajarkan cara kampanye positif. Seperti dengan tidak saling serang sesama pasangan calon (paslon)," ungkapnya.

Untuk itu, lanjut Syaeful, pihaknya berharap pada seluruh timses dan pendukung paslon agar mengajarkan politik yang santun. Politik yang mengedukasi warga agar mengerti demokrasi. “Jadi harapanya dari kerjasama ini dengan BEM se-Kota Serang, peran mereka bisa mengajak dan mengedukasi lapisan masyarakat agar berkampanye cerdas dan santun. Sehingga pilgub ini jadi milik seluruh masyarakat, agar semua warga bisa merasakan pesta demokrasi dengan lebih baik,” paparnya. (CTB-)
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: