seputarbanten.com-PANDEGLANG, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pandeglang mengutuk penangkapan pengurus besar HMI, yang dilakukan oleh dini hari sekitar pukul 01:00 WIB yang dilakukan 20 aparat kepolisian polda metro jaya.

Penangkapan dilakuka terkait aksi damai 4 November 2016 atas kasus dugaan penistaan agama yang dilakuka oleh Basuki Djahaja Kusuma (AHOK) didepan gedung istana negara, penangkapan dilakukan kepada ketua umum, sekertaris jendral (Sekjen) atas nama Mulyadi M Tamsir dan Amijaya serta beberapa kader HMI.

Hal tersebut sontak membuat kaget HMI cabang pandeglang, seperti yang dikatakan Ketua Umum HMI Cabang Pandeglang, Ahmad Jaenudin yang menilai penangkapan tersebut tidak lah pantas dilakukan oleh pihak kepolisian selaku penegak hukum.

"Kami Kader HMI Cabang Pandeglang sangat Kagetkan dengan peristiwa swepping dan penangkapan secara paksa terhadap Ketua Umum dan Sekretaris Jendral Pengurus Besar HMI dan beberapa kader HMI oleh Polda Metro Jaya. Kami menilai ini adalah tindakan yang tidak pantas dilakukkan oleh pihak kepolisian sebagai penegak hukum," katanya (8/11)

Karna hal tersebut Jaenudin menengaska Mengutuk dan mengecam swepping dan penangkapan secara paksa terhadap Ketua Umum dan Sekretaris Jendral Pengurus Besar HMI dan beberapa kader HMI oleh Polda Metro Jaya. Karena tidakan tersebut sangat keterlaluan dan tidak mencerminkan sebagai institui kepolisian dan tidak mengindahkan prinsip praduga takbersalah.

"Kami menuntut agar di bebaskanya Ketua Umum dan Sekretaris Jendral Pengurus Besar HMI dan beberapa kader HMI dalam waktu 1x24 jam," tegasnya

Jika tuntutan HMI ini tidak Di indahkam, Jainudin juga mengancam HMI cabang pandeglang siap menerima intruksi dari pengurus besar HMI untuk melakuka aksi.

"Apabila tuntutan kami tidak diindahkan maka kami siap menerima intruksi dari Pengurus Besar HMI untuk Turun Aksi," Ancamnya.(CTB-)
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: