sepitarbanten.com-CILEGON, Kelangkaan gas 3 kg atau gas bersubsidi makin dirasakan sejumlah warga di kota cilegon, bahkan untuk mencari gas tersebut seorang ibu harus berkeliling namun hal hasi tetap saja baik di pengecer maupun agen tidak didapati gas tersebut.(1/11)

Ditemui seorang ibu rumah tangga dari lingkungan kelurahan lebak gede kecamatan pulomerak, Fatimah, yang sudah berkeliling dan tidak menemukan tabung gas 3kg hingga ia putus asa dan akan memasak menggunakan kompor minyak, meski minyak tanah harganya cukup mahal.

" Kalau begini terus terpaksa kembali ke minyak tanah, biar minyak tanah mahal asal bisa masak," katanya dengan nada kesal

Sementara itu terpantau di beberpa agen Gas Elpiji, disetiap kedatangan gas, tempat tersebut telah berkerumun kendaraan roda dua yang akan membawa tabung gas, namun saat salah seorang yang berada diagen mengaku gas tersebut akan di jual kembali pada tukang gorengan atau pecel lele.

Berbeda dengan Supri pemilik warung pengecer di kelurahan taman sari, yang suda tidak berjualan gas elpiji sudah hampir 6 bulan kebelakang lantaran kelangkaan gas bersubsidi tersebut.

"Saya udah gak sapet gas 3kg sejak 6 bulan yang lalu," pengakuannya.

Ditempat terpisah Kabid Perdangan Disperindakop Kota Cilegon, Satiri menerangkan semestinya dikota cilegon tidak ada kelangkaan gas 3kg, lantaran jumlah pangkala yang tersebar di kota cilegon sekitar 118 pangkalan.

"Kita akan melakukan pengecekan dimana letak kelangkaannya, dan masyarakat harus tau bahwa untuk gas 3kg harganya Rp 16500," terangnya

Satiri menegaskan jika ada pangkalan yang melayani diluar wilayahnya, masyarakat di pinta untuk melaporkan ke disperindakop.

"Laporkan saja pada kami," tegasnya.(Naga),
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: