seputarbanten.com-CILEGON, Aparat Kepolisian Resort (Polres) Cilegon meningkatkan dan memperketat kualitas pengawasan terhadap kinerja anggota kepolisian. Bahkan, Polres Cilegon melibatkan mahasiswa dan aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) untuk bekerjasama melakukan pengawasan terhadap kinerja aparat kepolisian tersebut.

Hal itu sebagai upaya untuk melakukan pemberantasan Pungutan Liar (Pungli) di lingkungan kepolisian.
Kapolres Cilegon, AKBP Raden Romdon Natakusuma mengatakan, dalam rangka efektivitas program Sapu Bersih (Saber) Pungli, khususnya dilingkungan mapolres Cilegon yang dilakukan oleh oknum anggota kepolisian, Polres Cilegon akan menggandeng LSM dan mahasiswa mengawasi praktek Pungli dilapangan yang dilakukan oknum petugas.

"LSM dan mahasiswa bakal menyusup sebagai pelanggan misteri untuk memastikan ada tidaknya tindakan Pungli dalam setiap pelayanan maupun penanganan perkara yang dilakukan jajaran kami," katanya

Romdon mengungkapkan, dirinya akan memperketat pengawasan terhadap adanya tindak pidana Pungli, khususnya yang dilakukan satuan anggotanya di lingkungan Polres Cilegon, meski sampai saat ini belum ditemukan kasus tersebut melibatkan anggotanya.

"Saya sendiri belum mendapatkan laporan adanya tindak indisipliner anggota Polres Cilegon yang nakal terkait Pungli ini," ungkapnya.

Meski begitu, Romdon menjelaskan, dirinya akan tetap melakukan pengawasan maupun pengetatan terhadap tindakan Pungli tersebut, khususnya di tempat-tempat pelayanan masyarakat, seperti pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM), Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dan yang lainnya.

"Selain pengawasan dilokasi pelayanan, kita juga akan melakukan kegiatan operasi dilokasi yang berpotensi terjadinya praktek pungli dilapangan," tegasnya.

Lebih lanjut, Romdon menegaskan, dalam upaya pemberantasan anti Pungli ini, Polres Cilegon tidak hanya dilakukan diluar lingkungan kepolisian, tetapi juga didalam internal jajarannya.

"Hal ini saya lakukan guna mewujudukan peningkatan pelayanan di jajaran kepolisian yang profesional yang bersih dari praktek pungutan liar," tegasnya.

Sementara itu, Mahasiswa asal Kecamatan Grogol, Ya'tin Evilmi Amalia mendukung upaya kepolisian untuk melakukan meminimalisasi tindakan dugaan Pungli yang dilakukan oleh anggotanya dengan cara bekerjasama dengan LSM dan mahasiswa.

"Dalam setiap pelayanan publik dibawah kepolisian maupun pemerintah, diharapkan ada keterbukaan kepada masyarakat," katanya.

Ditegaskan Yatin, selain menggandeng LSM dan mahasiswa, sebaiknya pihak kepolisian lebih giat meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat terkait prosedur dan biaya administrasinya dalam pembuatan SIM, SKCK maupun yang lainnya.

"Jika tidak dilakukan sosialisasi secara terbuka terkait pelayanan itu, akan memicu adanya tindakan korupsi atau Pungli terhadap masyarakat," tegasnya. (Dewan)
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: