seputarbanten.com-SERANG, Sampai dengan bulan Oktober 2016, serapan anggaran belanja obat di Dinas kesehatan Kota Serang masih rendah. Pasalnya, dari total anggaran sekitar Rp4 miliar, baru terserap sekitar 1 miliar. Hal tersebut terjadi karena pembelian obat yang menggunakan Katalog Elektronik (E-Katalog) pada lembaga kebijakan pengadaan barang/jasa Pemerintah (LKPP) yang distribusinya sering terkendala.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Serang, Toyalis mengatakan, rendahnya serapan anggaran belanja obat di tahun 2016 ini disebabkan adanya kendala dalam penerapan E-Katalog. Berbeda dengan tahun sebelumnya, belanja obat dilakukan secara lelang.

"Dengan E-Katalog belanjanya kan hanya kontak dengan internet saja, berbeda dengan tahun sebelumnya belanja obat di lelang, misalkan anggaran Rp3 miliar, belanjanya skaligus dan langsung datang.Sementara sekarang Rp4 miliar harus E-Katalog semua. Tahun lalu, bulan sekarang itu sudah terserap," tuturnya saat ditemui diruang kerjanya, Senin(31/10).

Dengan kondisi tersebut, lanjut Toyalis, serapan anggaran hingga September 2016 ini barus sekitar Rp1 miliar. Meskipun demikian, menurutnya secara administrasi sistem E-Katalog lebih aman dari pada lelang karena kualitas obat sudah di jamin oleh LKPP.

"Masalahnya kan, karena produsennya yang terbatas, sehingga pendistribusiannya lambat, karena kan kita harus antri," katanya.

Kendati demikian, pihaknya juga memastikan persediaan obat di gudang masih aman dan masih terpenuhi.

"Karena kalau belanja satu obat, itu harus dibutuhkan oleh semua fasilitas kesehatan. Semua butuh, baru beli," jelasnya.

Sementara itu, Anggora Komisi II DPRD Kota Serang, Tb. Ridwan Akmad mengatakan, terkendalanya pembelian obat menggunakan E-Katalog dikhawatirkan dapat menimbulkan kelangkaan obat di setiap puskesmas. Selain itu, dirinya khawatir masyarakat yang akan menjadi korban jika terjadi kelangkaan obat.

"Kami meminya ada sistem pembelanjaan yang lebih awal,jadi setelah ketok palu bisa langsung persiapan belanja obat. Meskipun sistem E-Katalog ini tujuannya baik, namun malah menyulitkan daerah, dan serapan anggaran jadi rendah, ini yang harus dicarikan solusi," pungkasnya. (CTB-).
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: