seputarbanten.com-SERANG,Panita Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penataan Waralaba dan Pasar Tradisional DPRD Kabupaten Serang akan memperketat aturan keberadaan minimarket di wilayah Kabupaten Serang. Hal itu dilakukan untuk melindungi para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang keberadaannya semakin tergusur.

Ketua Pansus Raperda Penataan Waralaba dan Pasar Tradisional DPRD Kabupaten Serang Mansur Barmawi mengatakan, pihaknya telah melakukan pembahasan raperda tersebut berlangsung sejak pertengahan 2016 dan sudah hampir final.

“Perlu ada penyesuaian saja sehingga ada revisi dan itu untuk melindungi para pelaku UMKM agar tidak tergerus,” kata Mansur

Politisi PKS itu menuturkan, meski pembahasan belum selesai, namun sejumlah aturan akan diberlakukan jika raperda tersebut sudah disahkan, diantaranya mengenai jarak minimarket yaitu minimal 1.000 meter dengan pasar tradisional dan juga pemberlakuan jam operasional.

“Nanti tidak ada lagi yang minimarket yang dekat dengan pasar tradisional. Kalau yang sudah terlanjur ada dan punya izin, ketika izinnya habis mereka harus pindah dan tidak bisa diperpanjang lagi,” ujarnya.

Adapun untuk untuk waktu operasional, kata Mansur, akan dilakukan penyesuaian berkaitan dengan lokasi minimarket tersebut.

“Jadi nanti ada klasifikasinya di titik mana saja yang boleh buka 24 jam. Misalnya di daerah wisata, tentu ada pengecualian karena jangan sampai masyarakat membutuhkan sesuatu tapi tidak ada. Kalau di titik lain harus mematuhi jam operasional yaitu dari pukul 08.00-22.00 WIB, semangatnya untuk tidak mematikan warung-warung kecil,” paparnya.

Selain masalah jarak dan jam operasional, lanjut Mansur, pihak minimarket juga harus mengakomodir produk UMKM minimal 10 persen.

“Jadi produk UMKM wajib terpasang di rak minimarket. Namun aturan itu masih terus dibahas mengingat biasanya per minimarket memiliki jumlah item sebanyak 2.000 sampai 5.000. Perlu ada penegasan dari pelaku UMKM apakah sanggup atau tidak memenuhi pesanan, baik itu secara kuantitas maupun kualitas. Kita targetkan pertengahan Desember raperda ini sudah selesai,” katanya. (CTB-)
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: