seputarbanten.com-SERANG, Tim Gerakan Sayang Ibu (GSI) Provinsi mendatangi rumah sakit DKT Kencana Serang dalam rangka penilaian lomba Gerakan Sayang Ibu (GSI) Tingkat Provinsi Banten 2016. Selain DKT, Mol Of Serang juga menjadi kunjungan Tim GSI Provinsi Banten dalam rangka menyosialisasikan peran GSI.

Komandan Denkesyah, Dr Armand Tobias Lazar mengatakan, dalam kesempatan yang baik pada sekarang, selaku Denkesyah bersyukur atas kedatangan TIM GSI dalam rangka lomba GSI tingkat Provinsi. Secara awal , ibu merupakan pilar keluarga dan GSI itu perlu dibesarkan, begitu luar biasa perhatianya kepada ibu, bagaimana nanti bisa menekan angka kematian ibu dan anak di Kota Serang.

"Tentunya, betapa pentingnya kegiatan ini bisa meningkatkan kinerja para pegawai di rumah sakit dalam menyelamatkan ibu dan anak dari kematian,"  ujar Dr Armand Tobias Lazar saat menyampaikan sambutanya, Jum'at(4/11).

Kepala seksi Hidup Perempuan, GSI Provinsi Banten, Siti ulfa mengatakan, bahwa kegiatan penilaian GSI tersebut dalam rangka mengantisipasi tingginya angka kematian ibu dan anak. Maka itu, perlu di sosialisasikan pentingnya kasih sayang terhadap ibu.

"Makanya kita melakukan penilaian ke setia rumah sakit, dan sejauh ini angka kematian ibu dan anak di Provinsi Banten berkisar 100 ribu kelahiran yang selamat. Ini merupakan motivasi bagi kita untuk meningkatkan pelayanan bagi ibu di rumah sakit ini, dan bagi rumah sakit lain agar ikut berkontribusi dalam menekan angka kematian ibu dan anak di Provinsi Banten," ujar Siti Ulfah Fatimah.

Setelah penilaian tersebut, lanjut Ulfa, pihaknya akan mengadakan wokshop untuk memberikan gambaran bagaimana pelayanan GSI yang baik.

"Kemudian kami juga melakukan sosialisai  ke perusahaan-perusahaan agar para perempuan yang bekerja bisa diberikan peningkatan kesehatan yang baik. Kemudian kita juga mendatangi setiap Kecamtan di Provinsi Banten," ucapnya.

Di tempat sama, Wakil Walikota Serang, Sulhi Choir mengatakan, Gerakan Sayang Ibu (GSI) pada dasarnya sebagai mobilitas potensi sumber daya yang ada, guna meningkatkan kualitas kehidupan perempuan, khususnya penurunan angka kematian ibu yang berkaitan dengan status gizi ibu hamil, kesehatan lingkungan, kesadaran hidup sehat dan jangkauan, serta mutu pelayanan kesehatan ibu bersalin.

“Mendeteksi secara dini, mengadakan musyawarah dengan keluarga, memperoleh transportasi dalam rujukan, memperoleh penanganan gawat darurat secara terpadu merupakan cara untuk menanggulangi risiko kematian ibu hamil,” ujarnya.

Lanjutnya, progres yang di dapat pada Kota Serang dalam mengurangi angka kematian ibu dan angka kematian bayi menunjukan adanya penurunan. Di Kota Serang kasus kematian ibu dan anak pada tahun 2015 berjumlah 12 dan 2016 jadi 11 orang.

" Jadi lumayan berkuranglah, dan GSI ini akan menilai pelayanan sarana, prasarana, SDM nya. Kemudian mengecek ruangan dan alat kesehatan yang ada di rumah sakit ini, dan kedepan semoga dengan penilaian ini, rumah sakit bisa menekan angka kematian ibu dan anak di Kota Serang. Dengan memberikan pelayanan yang baik pada warga Kota Serang, terutama para ibu dan bayi," tutupnya. (CTB-).
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: