seputarbanten.com-CILEGON, Rencana perluasan dan penambahan dermaga di Pelabuhan Penyeberangan Merak terancam gagal. Hal itu lantaran lahan yang dimiliki PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry sudah habis, sehingga tidak bisa dilakukan penambahan luasan dermaga. Dimana, sebelumnya PT ASDP berencana menambah 4 dermaga, yakni dermaga 7,8,9 dan 10 di tahun 2018 mendatang dalam upaya mendukung program tol laut Presiden Joko Widodo.

Plt Direktur Utama (Dirut) PT ASDP Indonesia Ferry, Faik Fahmi mengatakan, hingga tahun 2018 mendatang pihaknya hanya bisa menambah 1 dermaga, yakni dermaga 7 dengan menggunakan lahan milik PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo).
Untuk saat ini, rencana pembangunan dermaga tersebut masih dalam proses tender. "Untuk dermaga 7, kita targetkan selesai 2018 mendatang. Sedangkan untuk dermaga 8,9, dan 10 kita belum bisa melakukannya karena masih terkendala lahan yang kita miliki," katanya

Menurut Faik, dengan jumlah kapal yang mencapai 58 idealnya Pelabuhan Penyeberangan Merak memiliki jumlah dermaga yang cukup banyak. Namun, dengan adanya kendala lahan itu, terdapat alternatif lainnya untuk mengantisipasi terjadinya penumpukan di Pelabuhan Merak.

"Kita optimalkan kapal-kapal berukuran besar dengan kapasitas 5000 GT. Jadi, untuk dermaga 7 kita buat untuk kapal ukuran besar," tuturnya.

Lebih lanjut, Faik mengungkapkan, dengan banyaknya jumlah kapal yang ada di Pelabuhan Merak, dirinya berencana mengusulkan kepada pengusaha kapal untuk mendukung PT ASDP dalam memberikan pelayanan jasa tranportasi bagi pulau-pulau yang belum terjamah akses transportasi laut.

"Disini jumlah kapal sudah over dan banyak yang tidak terpakai. Jadi, kenapa tidak kapal-kapal itu di pergunakan kedaerah-daerah yang membutuhkan kapal," ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Usaha PT ASDP Indonesia Ferry, Lamane membenarkan jika pihaknya hingga saat ini masih mencari lokasi untuk pembangunan dermaga 8,9 dan 10. Sebab, lahan yang dimiliki PT ASDP saat ini sudah tidak lagi mencukupi untuk penambahan dermaga.

"Bisa dilihat sendiri, lahan yang ada sudah tidak memungkinkan lagi dibangun dermaga," ujarnya.

Alternatif lain untuk menyukseskan pembangunan dermaga 8,9 dan 10, Lamane mengungkapkan, pihaknya bisa saja melakuka kerjasama dengan PT Pelindo dan memaksimalkan lahan yang ada disana. Namun, rencana tersebut belum disampaikan. Untuk saat ini, PT ASDP baru menyepakati penggunaan lahan Pelindo untuk dermaga 7.

"Bisa saja kita bekerjsama dengan Pelindo untuk dermaga 7,8 dan 10. Tapi untuk saat ini kita fokus untuk pembangunan dermaga 7 yang masih dalam proses tender," ungkapnya.

Terpisah, Ketua Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) Merak, Togar Napitupulu enggan berkomentar terkait rencana PT ASDP menginginkan kapal-kapal yang ada di Pelabuhan Merak untuk membantu pelabuh-pelabuhan lain yang membutuhkan kapal.

"Itu ada ditingkat atas bahasannya," katanya. (Dewan)
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: