seputarbanten.com-MERAK, Bekas Galian C yang ditinggal pemiliknya, yang berada di Lingkungan Suka Urip Rt 04 Rw 07 kelurahan Mekar Sari Kecamatan Pulomerak, di kala hujan turun menyebabkan banjir di pemukiman warga yang di berada tepat bawah galian tersebut.

Seperti hujan yang turun beberapa hari ini, pemukiman warga terendam banjir hingga lutut orang dewasa, selain itu derasnya arus air yang turun dari bekas galian tersebut di khawatirkan meruntuhkan tembok rumah warga.

Dikatakan Miskat (52) warga lingkungan sekitar yang terkena dampak banjir jika hujan turun, sebelum ada galian tersebut lingkungan disekitar belum pernah terjadi hal tersebut. Pasalnya air hujan yang dari gunung mengalir secara terpisah.

"Sekarang ini bekas galian menyebabkan air dari gunung mengalir secara terpusat dari galian menuju kepemukiman warga dan pemakaman umum, saya khawatir jika di biarkan, arus air yang sangat besar, selain membuat banjir, arus air di khawatirkan menghancurkan tembok rumah warga," katanya (10/12)

Di tempat yang sama Surya (70) mengaku di musim hujan ini, ia khawatir air yang dari galian C tersebut terus membanjiri rumah warga, segingga ia telah melaporkan hal tersebut kepada ketua Rt setempat untuk di carikan solusi bersama pihak kelurahan.

"Kata ketua Rt sudah di laporkan ke kepala kelurahan, namun hal itu tidak di respon," pengakuannya.

Karna hal tersebut, Surya bersama warga lain bertekat mendatangi kantor kelurahan mekarsari jika hal masih saja tidak ditanggapi.

"Mungkin kalau Ketua Rt sendirian tidak di tanggapin, jadi kita berencana akan besama-sama melaporkan kejadian ini pada kepala kelurahan, karna saya khawatir kalau hujan datang lagi, pemukiman akan kebanjiran," tegasnya

Sementara itu, Kepala Kelurahan Mekar Sari, Ade Heru Sanjaya saat dihubungi melalui blackberry messenger tidak menjawab.(Dewan)
Share To:

PortalMuslim.com

Media Referensi Muslim - Amar Ma'ruf Nahi Munkar

Post A Comment: