seputarbanten.com-CILEGON Jalan protokol yang ada di Kota Cilegon kondisinya rusak cukup parah dan bahkan tampak hancur dibeberapa titik, sehingga dikeluhkan oleh warga selaku pengguna jalan, karena cukup membayakan Atas situasi itu, anggota DPRD Kota Cilegon berencana akan mendatangi Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen-PU) di Jakarta. Dimana, kewenangan jalan protokol itu berada pada Satuan Kerja Jalan Nasional Bidang Bina Marga.

Pantauan Jalan Ahmad Yani dan Jalan Sultan Ageng Tirtayasa merupakan lokasi yang mengalami kerusakan cukup parah. Lubang jalan terdapat di berbagai titik. Jalan rusak dengan aspal yang menganga besar juga terdapat di perempatan di dekat Pondok Cilegon Indah (PCI), Kecamatan Cibeber. Pada lubang jalan tersebut juga telah dipasang barier warna orange sebagai tanda adanya lubang.

Salah satu Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Ahmad Yani, tepatnya depan Ramayana Kota Cilegon, Sofyan Salabudin mengatakan, kondisi jalan di Jalan Ahmad Yani sekitar tempatnya berdagang kondisinya rusak. Lubang jalan bukan hanya di satu titik saja, melainkan sangat mudah ditemui.

Saat hujan turun, lubang tersebut tertutup oleh genangan air, sehingga sangat membahayakan pengendara.

"Kalau hujan sangat membahayakan, karena lubangnya tertutup air dan tidak kelihatan. Tadi (Kemarin pagi-red) juga disini (Jalan Ahmad Yani depan Ramayana -red) juga banjir, banyak motor yang menginjak lubang," katanya

Dijelaskan Sofyan, lubang yang menganga sangat membahayakan, karena bisa membuat kecelakaan. Pada kendaraan roda dua, getaran sangat terasa ketika menginjak lubang.

"Kami pengennya cepat diperbaiki," harapnya.

Salah seorang pengemudi truk, Hari Setiadi menjelaskan, kondisi jalan di perempatan dekat PCI, lubangnya sangat besar. Hal tersebut dianggapnya membahayakan pengendara.

"Apalagi kalau pas bawa muatan berat, itu bisa merusak mobil nginjak jalan lubang yang dalam," jelasnya.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Cilegon Ridwan mengatakan, jalan protokol memang saat ini kondisinya ada yang berlubang. Akan tetapi, kewenangan perawatan jalan nasional tersebut menjadi kewenangan Satuan Kerja (Satker) Jalan Nasional Bidang Bina Marga.

"Kami hanya melakukan koordinasi dengan Satker. Selama ini kalau ada jalan rusak kita sampaikan kepada Satker," akunya.

Menurut Ridwan, meski pihaknya telah memberitahu kepada pihak yang berwenang, tetapi jalan yang berlubang tak kunjung diperbaiki. Pasalnya, perbaikan jalan harus melalu tahapan birokrasi seperti proses lelang dan sebagainya.

"Pemerintah tidak mudah begitu saja mengeluarkan anggaran jika ada kerusakan jalan, seperti kita saja kan harus ada tahapan yang dilalui," tuturnya.

Ridwan menambahkan, memang saat ini warga banyak yang belum mengetahui terkait dengan kewenangan perawatan jalan.

"Jalan itu kan kewenangan perbaikannya bukan di kita (Pemerintah Kota Cilegon -red), tapi warga biasanya tahunya kita karena ada di wilayah Cilegon. Kita juga menyampaikan kepada pihak yang berwenang kalau memang ada jalan rusak," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon Abdul Ghoffar mengatakan, permasalah kerusakan jalan nasional memang menjadi masalah yang penanganannya cukup sulit di Kota Cilegon. Pasalnya, ketika ada keluhan jalan rusak terkadang penanganannya tidak langsung dikerjakan oleh pihak yang berwenang.

"Kita juga akan ke Kementerian PU pertengahan Desember ini khusus untuk membahas terkait permasalah jalan nasional," ungkapnya.

Kerusakan jalan nasional, lanjut Ghoffar, seharusnya bisa segera ditangani dalam waktu yang cepat. Pasalnya, Kementerian Pekerjaan Umum RI sudah melakukan kontrak tahunan dengan pihak ketiga dengan yang melakukan perawatan jalan.

Seharusnya jalan nasional tersebut bisa langsung ditangani karena tidak melalui proses lelang lagi.

"Kita juga sudah meminta kepada Dinas PU Kota untuk aktif berkoordinasi dengan Satker agar kalau ada jalan rusak bisa segera diperbaiki," ucapnya.(Ipul)
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: