seputarbanten.com-SERANG, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan membangun masyarakat (Gemma), mensinyalir dugaan adanya pungutan liar di terminal bus pakupatan-serang.

Infornasi dari LSM Gemma, pungli yang dilakukan diterminal pakupatan di lakuka oleh oknum berseragam dinas perhubungan (Dishub) terminal pakupatan, Dugaan ini dikarnakan banyak bus antar kota dan provinsi yang masuk tampa menggunaka karsis, tetapi menyerahkan uang retibusi.

Selain itu penggunaan karsis restibusi resmi ditemukan di potong hingga empat bagian dan diberikan kepada supir bus, hal tersebut di ungkap ketua LSM Gemma Samsul.

Menurut Samsul, temuan tersebut berdasarkan pantauan anggota LSM Gemma di terminal pakupatan, yang menemukan kejanggalan terhadap karsis distribusi untuk bus.

"Ada bus yang masuk tampa menerima karsis tetapi membayar retibusi terminal, ada juga karsis yang bertuliskan nominal Rp.4000 untuk kendaraan bus dan yang lebih parahnya ada karsis yang sudah disobek menjadi 4 dan di bagi kepada 4 kendaraan kopas yang akan masuk dengan tarif 1000 per karcis" jelasnya

Samsul Mengungkapkan, Hal Semacam itu terjadi bukan hanya terjadi di terminal pakupatan, namun sejumlah terminal dikota serang, petugas dishub melakukan hal yang sama.

"Seperti terminal Rau, Pandean dan Cipocok," ungkapnya

Ditempat terpisah, Nazibudin Kepala Terminal Pakupatan mengelak adanya pemotongan karcis tersebut, dan jika ada bus yang masuk tampa karcis itu sudah lama terjadi.

"Tidak ada pemotongan karcis, karna saya tidak pernah sarankan kepada anggota saya, sedangkan untuk Bus yang masuk tampa karcis itu sudah biasa dilakukan sejak lama," jelasnya.(CTB)
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: