seputarbanten.com-SERANG, Direktur Eksekutif Indo Barometer, Muhammad Qodari, mengajak mahasiswa Jurusan Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Negeri Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Serang, agar ikut berperan aktif, serta ikut memberikan edukasi kepada masyarakat sekitar terkait wawasan dalam hal politik.
Hal ini seperti yang disampaikan Qadari pada acara seminar nasional bertema Konfigurasi Politik Lokal di Era Pemilukada Terhadap Kemunculan Tokoh Politik dan Kepemimpinan di Aras Nasional.

Selain Qodari, pembicara lainnya adalah, pakar politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Syamsuddin Harris, serta akademisi FISIP Untirta Abdul Hamid.

“Saya pikir, perubahan politik di Banten harus memberikan edukasi pada masyarakat. Sehingga masyarakat jadi tahu soal politik uang itu sesungguhnya tidak boleh dilakukan. Ini salah satu tugas kita bersama untuk menyadarkan masyarakat, terutama mahasiswa yang harus melek politik,” kata Qadari usai acara seminar, Rabu (30/11).

Ia menambahkan, mahasiswa termasuk kalangan minoritas. Meski demikian, mahasiswa harus memahami pemahaman politik, serta harus aktif di organisasi dan bermasyarakat. Karena kemampuan dari organisasi itu sangat bermanfaat.

“Menjadi mahasiswa adalah masa untuk mempersiapkan rencana karir ke depan,” paparnya seraya memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk bisa jadi agen perubahan.

Sementara itu, Dekan FISIP Untirta, Agus Sjafari mengungkapkan, masyarakat diharapkan bisa mengerti dunia politik agar daerah Banten bisa mewujudkan pemimpin-pemimpin daerah yang mampu mengerti dan menjawab kebutuhan rakyatnya.

“Pada kesempatan ini, kami selaku panitia pelaksana menghadirkan tokoh-tokoh nasional dan akademisi,” kata Agus saat membuka seminar.

Agus menambahkan, Banten harus mempunyai politik yang tangguh dan dapat membawa perubahan yang signifikan terhadap kemajuan daerah Banten.

“Untuk itu seminar ini digelar dalam rangka meningkatkan wawasan masyarakat agar mengerti peta politik nasional dan dinamika politik yang pengaruhnya sangat erat dengan masyarakat lokal,” ujarnya.

Ia menambahkan, bahwa politik lokal memiliki potensi yang sangat kuat. Maka akan berpengaruh pada kemajuan politik nasional. Maka dalam mewujudkan itu, para pemegang kebijakan bisa mengatur daerahnya agar lebih baik.

“Karena kepemimpinan yang baik di daerah akan berdampak pada perubahan politik di nasional,” ungkap Agus.

Sementara itu, Abdul Hamid mengatakan, dinamika politik saat ini bisa dijadikan sebagai pembelajaran bagi masyarakat.

“Pilkada langsung memberi ruang belajar kepada masyarakat, mulai muncul pemimpin-pemimpin lokal yang berprestasi, dan kemudian mulai naik kelas ke level selanjutnya,” katanya

Ia juga menilai, media baik mainstream atau non mainstream berpengaruh besar dalam pembentukan opini publik.

“Pemberitaan tentang kepala daerah berprestasi menimbulkan imajinasi tentang profil ideal kepala daerah di benak pemilih,” imbuhnya. (CTB-)
Share To:

PortalMuslim.com

Media Referensi Muslim - Amar Ma'ruf Nahi Munkar

Post A Comment: