seputarbanten.com-CILEGON, Nelayan Cilegon yang mengatasnamakan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) menuding PT Pertamina Tanjung Gerem tidak memiliki Analisis Dampak Lingkungan (Amdal).

PT Pertamina Tanjung Gerem diduga hanya memiliki Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup serta Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL) pada aktivitas Kilang Minyak dan Jetty kapal.

Sekretaris HNSI Cilegon, Dedi Kurniadi mengatakan, berdasarkan Undang-undang (UU) Nomor 23 Tahun 1997 pasal 18, dimana setiap kegiatan pembangunan yang dapat menimbulkan dampak bagi lingkungan perlu dilengkapi dengan analisis mengenai dampak lingkungan atau AMDAL.

"Kita menduga tempat kilang minyak dan jetty diduga tidak memiliki Amdal hanya UPL dan UKL saja. Untuk itu kita selaku nelayan atau masyarakat yang ada dilaut ingin mempertanyakan dugaan kami itu," katanya

Menurut Dedi, jika PT Pertamina memiliki AMDAL, seharusnya PT Pertamina melakukan evaluasi terhadap komponen kegiatan yang paling menimbulkan dampak penting dan komponen yang paling terkena dampak penting setiap lima tahun untuk melihat sejauh mana intensitas dampak negatif dari masing-masing kegiatan disana.

"Sedangkan sampai hari ini kita tidak pernah tau, apakah ada evaluasi disana," tuturnya.

Dijelaskan Dedi, selain persoalan AMDAL, PT Pertamina juga tidak pernah peduli terhadap nelayan sekitar diantaran nelayan Pangkalan Lelean yang lokasinya tidak jauh dari lokasi pertamina. Padahal, sebagai perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Tanggung, perusahaan memiliki tanggungjawab sosial terhadap lingkungan sekitar.

"Dari sekian tahun keberadaan Pertamina, nelayan baru pertama dan terakhir kali mendapatkan bantuan pada tahun 2015 itupun bantuan mesin rumput. Jadi kami menganggap PT Pertamina sangat minim perhatian terhadap nelayan," ujarnya.

Sementara itu, nelayan sekitar, Hamdi Yaying mengatakan, PT Pertamina seharusnya memberikan perhatian lebih terhadap nelayan. Sebab keberadaan perusahaan bahan bakar minyak (BBM) telah membatasi area laut yang jelas milik nelayan.

"Area kita dibatasi, jelas kita yang terkena dampak atas keberadaan Pertamina itu. Masa tidak ada perhatiannya kepada kami. Pada tanggal 30 November kemarin kita berusaha melakukan audiensi namun kita ditolak oleh mereka," katanya.

Rencananya, Hamdi menjelaskan, nelayan akan bergerak melakukan aksi unjuk rasa dalam waktu dekat ini untuk menuntuk hak-hak nelayan yang terabaikan oleh PT Pertamina.

"Kalau tidak ditanggapi, jika perlu kita ke Pertamina Pusat," jelasnya.

Sementara itu, Humas PT Pertamina Tanjung Gerem, Juhari tidak dapat dikonfirmasi melalui sambungan telepon selulernya, terkait protes nelayan yang menuding PT Pertamina tidak memiliki Amdal dan tidak memberikan perhatiannya. (Dewan)
Share To:

PortalMuslim.com

Media Referensi Muslim - Amar Ma'ruf Nahi Munkar

Post A Comment: