seputarbanten.com-BANTEN, Pengukuhan sultan banten yang dilakukan sepihak oleh Bambang Wisanggeni, pada 11 Desember 2016 lalu, yang mengambil moment perayaan maulid Akbar Nabi Muhamad SAW, Mesjid Agung Maulana Hasanuddin di Kesultanan Banten, menuai reaksi keras dari sebagian kalangan.

Seperti di katakan ketua Forum Peduli Sejarah dan Budaya Banten Achmad Arslan, bahwa Pengukuhan Sultan Banten oleh Pengadilan Agama Serang secara sepihak adalah tidak Sah karena yang mengukuhkan dan yang di kukuhkan tidak tahu sejarah yang sebenarnya.

"Pengukuhan tersebut tidak sah, seharusnya yang dikukuhkan dan yang mengukuhan tau sejarah yang sebenarnya dari kesultanan banten sebelum pengukuhan terjadi," katanya

Ditambahkannya lagi Bahwa sejarah yang sebenarnya adalah Kesultanan Banten secara Institusi telah berakhir pada tahun 1803 dengan dibuangnya Sultan Terakhir Banten ke Ambon yaitu Sultan Aliyuddin II maka secara institusi kenegaraan kesultanaan Banten telah berakhir karena wilayah Kesultanan Banten di pecah - pecah oleh Gubernur Jendral Belanda Herman William Daendles.

"Kesultanan banten, secara institusi kenegaraan telah berakhir, pada tahun 1803," tambahnya

Lebih lanjut Achmad Arslan, menceritakan sejarah kesultanan banten Pada masa Gubernur Jendral Daendles wilayah Kesultanan Banten di pecah menjadi Kabupaten - Kabupaten diantaranya Kabupaten Banten Lor (Kabupaten Serang sekarang) yang Bupatinya langsung di tunjuk oleh Gubernur Jendral Daendles yaitu Sultan Syaffiuddin sebagi Bupati Sultan.

"pengukuhan mengatasnamakan Sultan Banten secara Institusi otomatis tidak sah dan sudah tidak relevan lagi karena Kesultanan Banten secara Institusi sudah tidak ada lagi karena telah di bubarkan oleh Gubernur Jenderal Daendles pada tahun 1803," tegasnya

tambahnya lagi bahwa Sultan Banten terakhir tidak melahirkan putra mahkota atau penerus kesultanan Banten jadi kalo ada yang mengaku Sultan Banten sekarang itu bukan Sultan Banten secara Kesultanan yang berdaulat penuh tapi posisinya sama dengan Dzuriyat lainnya sama - sama keturunan Maulana Hasnuddin Banten.

"Polemik pengukuhan Sultan Banten tentunya harus di bicarakan bersama secara musyawarah dan harus melibatkan banyak pihak yang berkepentingan terutama Dzuriyat Kesultanan Banten," tutupnya.(Alek)
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: