seputarbanten.com-SERANG, Dinas Pertanian Kehutanan Perkebunan dan Peternakan (Distanhutbunak) Kabupaten Serang mencatat, akibat intensitas hujan yang turun sepekan terakhir menyebabkan 630 hektar tanaman padi di tujuh kecamatan di Kabupaten Serang terendam.

Meski belum ada yang dinyatakan puso, namun jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah mengingat musim hujan masih berlangsung.

Kepala Bidang (Kabid) Pertanian Distanhutbunak Kabupaten Serang Puji Astuti mengatakan, pihaknya terus melakukan pendataan terhadap tanaman padi yang terkena banjir di beberapa kecamatan.

“Sampai tanggal 6 Desember (kemarin-red) ini tanaman padi yang terendam banjir seluas 630 hektar dari tujuh kecamatan, yaitu Kecamatan Tunjung Teja, Padarincang, Kramatwatu, Bandung, Pamarayan, Kibin, dan Cikeusal,” kata Tuti, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (6/12).

Puji menuturkan, pihaknya terus memantau perkembangan terkait kemungkinan masih adanya tanaman padi yang terkena banjir, namun belum terdata oleh petugas di kecamatan-kecamatan.

“Kalau melihat cuaca kemungkinan masih ada penambahan, makanya kita terus mengupdate datanya. Yang sudah terendam belum dapat dipastikan apakan nantinya puso atau tidak. Kalau nanti ada yang puso, setiap tahun kita menyiapkan benih. Untuk yang langganan itu di Padarincang dan Tunjung Teja,” tuturnya.

Adapun untuk usia tanaman padi sendiri, kata Puji, sangat bervariasi dari mulai baru tanam samapai dengan yang memasuki usia panen. “Di Desa Kemuning, Kecamatan Tunjung Teja seluas 65 hektar usianya baru 7 sampai 14 hari, tetapi di Desa Batu Kuwung, Kecamatan Padarincang seluas 110 hektar usianya sudah 100 hari atau sudah memasuki masa panen. Yang kemungkinan terkena puso karena padi terlalu lama terendam, terutama yang usianya masih muda,” paparnya.

Disoal terkait perkembangan asuransi tanaman padi, Puji mengungkapkan, masa tanam tahun ini belum ada petani yang mendaftar asuransi di Jasindo.

“Tahun ini belum ada, kalau tahun kemarin ada sekitar seluas 4.500 hektar, hampir semua kecamatan ada yang mengikuti asuransi, Kami terus mengimbau kepada petani untuk mengasuransikan tanamannya, karena itu sangat membantu para petani padi jika terkena puso. Karena dengan membayar Rp36.000 perhektar untuk satu kali masa tanam, mereka akan mendapakan pengganti Rp6 juta satu hektar jika kerusakannya mencapai 75 persen,” ungkapnya. (*)
Share To:

PortalMuslim.com

Media Referensi Muslim - Amar Ma'ruf Nahi Munkar

Post A Comment: