seputarbanten com-CILEGON Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Cilegon memberikan teguran terhadap sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan diatas trotoar jalan protokol Kota Cilegon hingga Jalan Lingkar Selatan (JLS) Kota Cilegon, Rabu (7/12).

Para PKL yang mangkal diatas trotoar itu pada umumnya berjualan jenis makanan, buah-buahan dan bengkel kendaraan.

Plt Kepala Seksi (Kasie) Trantib Satpol PP Kota Cilegon, Elang Ramlang mengatakan, penertiban yang dilakukannya hanya sekedar pemberitahuan kepada para pedagang untuk menggeser dagangannya agar tidak menggelar dagangannya di trotoar, karena dapat mengganggu kenyamanan.

"Saat ini kita baru melakukan pendekatan terlebih dahulu kepada pedagang secara persuasif dengan mengimbau baik secara lisan agar tidak berjualan diatas trotoar lagi," katanya

Menurut Elang, dalam penertiban tersebut para pedagang juga diimbau untuk terus menaati aturan dan tidak lagi menggunakan trotoar sebagai tempat jualan. Dengan upaya ini diharapkan bisa tercipta ketertiban dan kebersihan di sepanjang jalan Kota Cilegon.

"Penertiban pedagang kami lakukan secara rutin, dan tidak hanya di satu titik, tapi di seluruh jalan-jalan protokol di Kota Cilegon," ujarnya.

Elang mengungkapkan, pihaknya tidak akan pilih kasih dalam penindakan kepada para pedagang diatas trotoar. Bagaimanapun penertiban itu sudah sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2003 Tentang Ketertiban, Kebersihan dan Keindahan (K3).

"Ini berlaku ke semua pedagang, dari mulai pedagang bensin eceran, sampai pedagang lainnya, seperti makanan. Sebab, trotoar fungsinya untuk pejalan kaki, bukan tempat dagang," ungkapnya.

Sementara itu, salah satu pemilik bengkel di Jalan Ki Wasyid, Tonni mengaku, tidak ada pilihan lain dirinya menggunakan trotor untuk aktivitas kegiatan bengkelnya. Sebab saat pembangunan trotoar, petugas tidak memberikan akses masuk kedalam bengkel.

"Mau gimana lagi, kita terpaksa pakai trotoar. Kalau ada akses mungkin saya juga gak bakalan pakai trotoar. Jadi sekarang saya bisanya cuma kucing-kucingan sama petugas," akunya.

Menurut Tonni, jika Pemkot Cilegon menginginkan pedagang tidak melakukan aktivitas jualan atau yang lainnya diatas trotoar. Pemkot Cilegon harus membuka akses masuk kedalam kios pedagang, seperti sebelum adanya pembangunan trotoar.

"Saya nggak minta yang luas aksesnya, cukup bisa masuk kendaraan saja," ujarnya.

Tonni menegaskan, jika trotoar masih tetap seperti itu, pedagang akan terus mengulanginya selama tidak ada akses. Sebab, tidak mungkin pedagang menghentikan usahanya hanya lantaran tidak diperbolehkan berjualan diatas trotoar.

"Itu kan mata pencaharian kami, kalau kondisi trotoar seperti ini sama saja membunuh usaha kami. Sampai sekarang kami masih menunggu tindaklanjut dari PU (Pekerjaan Umum)," tegasnya. (Dewan)
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: