seputarbanten.com-MERAK, Meski proses persidangan gugatan gusuran di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) warga lingkungan cikuasa pantai dan keramat raya kelurahan gerem belum selesai, namun kuasa hukum waraga Evy Shofawi Hayz mengaku telah melakukan pendekatan dengan Perusahan kerata Api (PT.KAI) untuk meminta ijin agar warga dapat mendirikan bangunan kembali di bekas pemukiman warga yang telah di gusur.

Kata Silvi, Dalam waktu dekat ini PT.KAI akan memberikan ijin kepada warga untuk mendirikan bangunan dan tinggal di tempat bekas gusuran, dengan konsep baru yang tidak bertentangan dengan pemerintah yaitu konsep desa wisata.

"Dalam waktu dekat PT.KAI akan memberikan ijin kepada warga tinggal di lolasi bekas gusuran, dengan konsep yang baru yang tidak bertentangan dengan pemerintah yaitu konsep desa wisata," katanya seusai melakukan tinjauan bersama majelis hakim PTUN (7/12)

Menurut Silvi, Dalam proses pembongkaran yang dilakukan oleh pemerintah kota cilegon, itu melanggar azas-azas pemerintahan yang baik, hal ini di karnakan dalam pakta persidangan bangunan yang di bongkar berada di tanah milik PT.KAI bukan di tanah pemerintah, dan seharusnya yang membongkar adalah PT.KAI bukan pemerintah.

"Saya optimis PTUN akan membaralkan surat dari pemerintah kota cilegon, karna jelas surat yang merupakan dasar hukum pembokaran tidak kuat, dan sangat melanggar azas-azas pemerintahan yang baik," tegasnya.(Dewan)
Share To:

PortalMuslim.com

Media Referensi Muslim - Amar Ma'ruf Nahi Munkar

Post A Comment: