seputarbanten.com-SERANG, Masyarakat miskin yang sudah ditetapkan sebagai rumah tangga sasaran penerima manfaat yang berhak mendapatkan beras masyarakat sejahtera (yang sebelumnya bernama raskin) bulan Januari ini tidak bisa mengambilnya.

Hal tersebut dikarnakan kartu yang menjadi salah satu alat membeli beras tersebut baru dibagikan Februari mendatang oleh Dinas Sosial Kota Serang.

Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Kota Serang Agus M Arif Dj mengatakan bahwa adanya pengurangan jumlah masyarakat miskin oleh Kementerian Sosial RI mengakibatkan pembagian kartu molor dari jadwal yang sudah ditentukan. Yang Semula, pembagian kartu direncanakan dilakukan pada Januari 2017.

"Namun karena adanya pengurangan jumlah masyarakat miskin pembagian kartu terpaksa diundur," katanya

Lebih lanjut Ia Menjelaska Akhir Desember lalu Kementerian Sosial RI mencoret 731 penerima raskin dari total 17.121 rumah tangga sasaran penerima manfaat di Kota Serang.

"Sayang, Kementerian Sosial RI tidak merinci nama dan alamat lengkap warga yang dicoret tersebut," jelasnya

Sementara Dinas Sosial Kota Serang tidak dapat mencoret tanpa memiliki dasar. Karena itu, saat ini Dinas Sosial Kota Serang sedang melakukan verifikasi dan validasi data penerima manfaat agar ada dasar saat mencoret siapa yang berhak mendapatkan manfaat dan siapa yang tidak.

“Saat ini pendataan masih berlangsung,” kata Arif

Arif menyatakan bahwa sesuai dengan perintah Kementerian Sosial RI, ada 3 penyebab mengapa seseorang dapat dicoret dari data base rumah tangga sasaran penerima manfaat.

"Pertama, yang bersangkutan meninggal dunia. Kedua, pindah tempat tinggal ke kelurahan lain. Ketiga, secara ekonomi mengalami kenaikan sehingga tidak lagi menjadi warga miskin," terangnya

Arif mengaku, Sampai saat ini kelurahan yang sudah memverifikasi dan memvalidasi data base itu baru 16 kelurahan dari 66 kelurahan di Kota Serang. Proses validasi dan verifikasi menunjukkan ada 382 orang yang memenuhi 3 kriteria sehingga layak dicoret. Dari jumlah itu, yang meninggal dunia berjumlah 169 orang, yang pindah 51 orang, dan yang naik kelas secara ekonomi 162 orang.

“Saya perkirakan jumlahnya bisa mencapai 1000 orang,” kata Arif.

Sebelumnya, Kepala Dinsos Kota Serang Edinata Sukarya mengatakan bahwa pihaknya menyayangkan adanya pencoretan warga penerima manfaat tanpa disertai nama dan alamat lengkap.

"Dengan demikian, program pemanfaatan e warung tertunda sampai pendataan selesai. Padahal, e warung sudah ada 6 dan tersebar di 6 kecamatan di Kota Serang," (CTB-)
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: