Oleh Bambang Irawan.

Pada episode ini sebenarnya yang ingin diceritakan adalah tentang sebuah pusat pemerintahan Afdeling Anyer, yaitu Cilegon, dimana wilayah ini telah menjadi saksi sejarah yang terjadi pada tanggal 9 Juli 1888. Sebenarnya telah diceritakan pada episode sebelumnya, bahwa yang disebut dengan peristiwa Geger Cilegon itu sebenarnya adalah gerakan perjuangan rakyat Banten yang dilakukan secara terkordinir, terencana dan dilakukan secara besar-besaran.

Jadi yang disebut dengan peristiwa Geger Cilegon itu bukan hanya sekedar sebuah insiden berdarah yang terjadi di wilayah Cilegon dan hanya dilakukan oleh orang Cilegon saja.

Karena Cilegon merupakan ibu kota afdeling Anyer, maka wilayah afdeling itu yang pertama kali harus diserang dan dilumpuhkan, kemudian menyusul wilayah-wilayah lainnya yang ada di Banten. Hal itu dilakukan berdasarkan hasil pemikiran dari para pemimpinnya pada waktu itu yang merupakan bagian dari sebuah taktik dan strategi perang mereka.

Namun sayangnya, apa yang telah direncanakan dengan matang itu tidak sempat terealisasi karena persoalan teknis dilapangan. Pada waktu itu hanya wilayah afdeling Anyer saja yang baru dikuasai, termasuk ibu kotanya, Cilegon, sehingga peristiwa itu lebih dikenal dengan istilah Geger Cilegon.

Pada waktu itu afdeling Anyer wilayahnya terdiri dari Kawedanaan Kramat Watu, Kawedanaan Anyer dan Kawedanaan Cilegon, dan masing-masing dikepalai oleh seorang Wedana. Adapun yang menjadi Wedana Cilegon pada saat peristiwa ini terjadi adalah Tjakradiningrat, yang meninggal sangat tragis, dengan kondisi kepala terpenggal dan terpisah dari Badannya.

Dan berdasarkan data-data sejarah yang ada, meninggalnya Tjakradiningrat itu terdapat dua versi, namun hal itu akan diceritakan pada episode berikutnya, karena pada episode ini lebih spesifik mengenai struktur pemerintahan kolonial dan tempat-tempat yang menjadi saksi sejarah dalam peristiwa yang sangat menggegerkan dimasa itu.

Adapun yang dimaksud dengan afdeling adalah sebuah wilayah administratif yang dikepalai oleh seorang Asisten Residen serta membawahi beberapa Kawedanaan. Dan disetiap wilayah Kawedanaan terdapat kantor Asisten Wedana, jika sekarang posisinya sama dengan camat, atau pada masa itu dikenal dengan istilah Demang. Adapun Asisten Wedana yang terdapat di wilayah afdeling Anyer diantaranya adalah Asisten Wedana Serdang, Asisten Wedana Waringin Kurung, Asisten Wedana Grogol, Asisten Wedana Merak, Asisten Wedana Bojonegara. Ketika meletus peristiwa Geger Cilegon, Asisten Wedana Bojonegara dapat selamat dari pembunuhan karena ia sedang tidak berada di tempat. Berbeda dengan nasib yang dialami oleh rekan sejawatnya, Asisten Wedana Grogol, ia termasuk salah satu diantara pejabat pemerintah yang dibunuh ketika peristiwa ini berlangsung.

Sebenarnya proses penjajahan Belanda yang terjadi di bumi nusantara ini pada mulanya berawal dari kedatangan orang-orang Eropa yang mencari rempah-rempah. Pada masa itu rempah-rempah merupakan komoditi dagang yang paling banyak dibutuhkan dan itu banyak terdapat di pulau-pulau yang ada di wilayah khatulistiwa, yang sekarang menjadi Indonesia. Kekayaan alam berupa rempah-rempah memang merupakan berkah dan anugrah, akan tetapi kemudian menjadi sebuah musibah ketika bangsa Eropah datang menjajah.

Pada tanggal 20 Maret 1602 para pedagang Belanda mendirikan perkumpulan dagang yang dinamakan VOC atau singkatan dari Verenigde Oost Indische Compagnie. Oleh karenya pada masa kekuasaan VOC itu masyarakat di pulau Jawa menyebut orang-orang Belanda itu dengan sebutan Kompeni.

VOC adalah sebuah persekutuan dagang para sodagar Belanda yang memiliki hak istimewa dari pemerintah Belanda, yang pada waktu itu masih berbentuk republik yang dinamakan republik Bataff. Oleh karenanya ketika VOC mendirikan markasnya di Jayakarta kemudian daerah itu dinamakan Batavia, atau sekarang menjadi Jakarta. VOC selain merupakan sebuah perusahaan multinasional yang bergerak didunia perdagangan internasional, ia juga bergerak dibidang politik. Dengan posisinya yang dapat mewakili pemerintah Belanda, VOC juga memiliki tentara sendiri dan berhak membuat perjanjian kenegaraan dan menyatakan perang terhadap suatu negara.

Tapi kemudian pada tahun 1798 perusahaan yang memiliki sistim administrasi moderen pertama kalinya itu pun kemudian jatuh bangkrut dengan menunggak hutang sebesar 136. 7 juta Gulden.

VOC adalah sebuah perusahaan terkaya sepanjang sejarah, dimana memiliki lebih dari 150 perahu dagang, 40 kapal perang , 50 orang pekerja dan mempunyai angkatan bersenjata pribadi dengan kekuatan 10.000 tentara. Karena pegawainya banyak yang curang dan melakukan korupsi, maka pada tanggal 31 Desember 1779 dibubarkan. Kemudian seluruh aset yang ditinggalkan berupa kantor dagang, gudang, benteng, kapal serta daerah kekuasaannya di Indonesia diambil alih oleh pemerintah Belanda.

Dan sejak itulah pemerintahan kolonial Belanda resmi berdiri, baik secara de facto maupun de yure wilayah Indonesia itu merupakan bagian dari kerajaan Belanda dengan dikepalai oleh oleh seorang Gubernur Jenderal.
Sejak saat itulah cakar-cakar kekuasaan Belanda mulai mencabik-cabik tatanan struktur pemerintahan lokal, sosial dan budaya sehingga menimbulkan gejolak dan perlawanan dari rakyat setempat yang merasa miliknya telah direbut oleh bangsa asing.

Pada masa itu wilayah di Indonesia masih terdiri dari beberapa kerajaan dan kesultanan. Dan sama sekali tidak bermaksud untuk mengistimewakan sikap patriotisme rakyat Banten, namun ingin menyampaikan sebuah fakta sejarah bahwa satu-satunya kesultanan (kerajaan) di bumi nusantara ini yang tidak mau tunduk dan pasrah pada kehendak penjajah adalah Banten.

Maka wajar jila kemudian kesultanan Banten diporakporandakan oleh Daendels pada tahun 1808 dan dihapuskan sama sekali keberadaannya oleh Rafless pada tahun 1813. Oleh karena itulah, satu-satunya kesultanan (kerajaan) yang putus eksistensinya hanyalah Banten, sementara kesultanan dan kerajaan lainnya masih tetap eksis sampai Indonesia mendapatkan kemerdekaannya sekalipun para raja atau sultan itu tidak memiliki otoritas kekuasaan di pemerintahan era kemerdekaan, kecuali daerah istimewa Jogyakarta.(Bersambung)

Lembaga Budaya Cilegon.
Share To:

PortalMuslim.com

Media Referensi Muslim - Amar Ma'ruf Nahi Munkar

Post A Comment: