seputaebanten.com-PANDEGLANG,Cuaca buruk yang melanda perairan di wilayah Kabupaten Pandeglang mengakibatkan capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pandeglang dari sektor perikanan menurun.

Ini disebabkan banyaknya nelayan yang tidak melaut, sehingga berpengaruh terhadap penghasilan tangkapan ikan yang masuk ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI).
Dijelaskan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pandeglang, Tata Nanzar Riadi, PAD dari sektor perikanan saat ini mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Targer PAD pada tahun 2016 baru mencapai 50 persen dari nilai yang ditargetkan Rp 688 juta,” katanya

Tata mengatakan, capaian PAD Pandeglang dari sektor perikanan yang menurun tersebut diakibatkan banyaknya nelayan yang tidak melaut, sehingga berpengaruh terhadap penghasilan tangkapan ikan yang masuk ke 14 TPI yang ada di Pandeglang.

“Kemungkinan target PAD tidak akan tercapai, apalagi cuaca itu tidak berhenti sampai sekarang karena tidak menentu, ada angin barat, angin selatan dan sebagainya,” ujarnya.

Menurut Tata, penurunan PAD dari sektor perikanan tersebut dirasakan sejak Februari lalu lantaran cuaca buruk yang melanda perairan Pandeglang tidak kunjung membaik, sehingga pihaknya akan segera melakukan pembinaan terhadap nelayan yang tidak melaut tersebut.

“Kami akan segera melakukan pembinaan terhadap nelayan dengan berbagai program, pembinaan yang kita lakukan dapat memperbaiki produksi perikanan melalui sarana dan prasarananya agar penghasilan ikan nelayan optimal,” katanya.

Sementara itu, dihubungi melalui telpon selulernya petugas TPI Panimbang, Edi Suwandi mengatakan, banyak nelayan di Panimbang yang tidak melaut akibat kondisi cuaca buruk, sehingga berdampak terhadap pemasukan ke TPI.

“Pendapatan perikanan memang mengalami penurunan. Sebab, kalau pun ada ikan yang dijual nelayan harganya cukup tinggi,” ujar Edi. (CTB-)
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: