seputarbanten.com-SERANG, Menjelang Ujian Nasional (UN) tingkat SLTA 2017, Dinas Pendidikan (Dindik) Banten melakukan pendataan terhadap jumlah sekolah dan siswa yang akan mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Tidak hanya itu, Dindik Banten juga melakukan pemetaan terkait dengan jumlah sekolah dan siswa yang akan mengikuti UNBK.

Sekretaris Dindikbud Provinsi Banten, Ardius Prihantono menjelaskan, awal tahun ini pihaknya melakukan persiapan-persiapan serta pemetaan terkait dengan UNBK.

Ia mengaku mendukung program Pemerintah Pusat yang menginginkan semua sekolah mengikuti UNKB.

“Jadi nanti tidak ada pengadaan naskah soal lagi,” katanya

Masih kata Ardius, pemetaan dan pendataan yang dimaksud adalah, melengkapi kebutuhan penunjang dalam menggelar UNBK. Salah satunya, saat ini sudah ada pengadaan 4.000 unit komputer dan akan dibagikan ke semua Provinsi dari Pemerintah Pusat.

“Kami tidak tahu untuk Banten akan kebagian berapa unit,” ucap Ardius.

Kabupaten/kota di Provinsi Banten, lanjutnya, yang sudah siap menggunakan system UNBK yaitu sekolah negeri dan swasta yang berada di Kota Tangerang dan Tangerang Selatan.

“Dalam hal ini, sistem UNBK akan dilakukan dengan cara pembagian waktu. Hal ini diperbolehkan, karena khawatir komputer tidak cukup, maka akan dilakukan shift. Dalam 1 hari, pemakaian komputernya akan bergantian,” katanya.

Pihaknya juga, sambung Ardius, mengizinkan peserta UNBK untuk menggunakan fasilitas atau komputer milik instansi pemerintah, tetapi dibatasi jumlahnya minimal hanya 20-30 unit. Dalam hal ini tidak akan ada persoalan tentang UNBK, karena pihaknya terus melakukan pemetaan baik SMA maupun SMK.

“Timn kami sedang disusun dan rencananya dalam waktu dekat akan ada pertemuan kembali dengan Kemendikbud terkait UNBK,” ungkapnya.

Menurutnya, jumlah sekolah yang siap menggunakan sistem UNBK yaitu 94 SMA Negeri dan Swasta dan 234 SMK Negeri dan Swasta. Kemungkinan untuk sistem menumpang atau melakukan ujian di sekolah lain juga akan dilakukan, karena terkait fasilitas yang belum memadai.

“Kami masih melakukan pemetaan dan belum tahu berapa banyak yang akan menumpang.

Untuk metode UNBK ini, saya pastikan tidak akan mengganggu konsentrasi siswa,” ujarnya.

Dia mengatakan, UNBK yang dilakukan merupakan metode yang diputuskan oleh pemerintah untuk antisipasi kebocoran soal. Sementara, solusi yang diputuskan terkait moratorium kemarin yaitu adanya Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN), di dalamnya terdapat pilihan mata pelajaran.

“Pembuatan soal USBN dibuat oleh sekolah lokal, pusat hanya menyumbang 25 persen. Nantinya siswa akan diberikan keringanan untuk memilih mata pelajaran mana yang di ujikan,” imbuhnya.(CTB-)
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: