seputarbanten.com-CILEGON Ratusan Warga korban gusuran Cikuasa dan Kramat Raya, Kelurahan Gerem Kecamatan Grogol Kota Cilegon pagi tadi (11/1) melakukan aksi demo didepan kantor DPRD dan Walikota Cilegon.

Warga yang datang melakukan aksi dengan menggelar spanduk dan juga mengadakan doa bersama di tengah Jalan Jenderal Sudirman. Akibat adanya aksi warga eks gusuran tersebut, di depan Kantor Walikota Cilegon terpaksa ditutup dan lalu lintas kendaraan dialihkan ke jalan lainnya.

Dalam aksi tersebut pihak kepolisian Polres Cilegon, menjaga berlangsungnya aksi, aksi berlangsung secara damai tampa keributan.

Di katakan Cili Warga cikuasa pantai disela-sela aksi, maksud dari aksi tersebut adalah untuk menyampaikan hasil dari keputusan PTUN yang telah memenangkan warga sekitar dalam sidang putusan beberapa waktu yang lalu

"Tolong anggota dewan temui kami," kata Cili dalam orasinya

Cili menambahkan, bahwa keadan warga akibat rumahnya digusur oleh pemkot cilegon sejak agustus 2016 lalu, warga saat ini terlantar, sehingga atas putusan dari PTUN tersebut meminta hak mereka dikembalikan.

“Kami selama 6 bulan kehujanan, kepanasan, kedingin. Dan kali ini kami menuntut hak kami kembali” tegasnya.

Jasmin warga lain yang juga korban gusuran mengaku kecewa kepada DPRD Cilegon, pasalnya tidak cepat menemui masyarakat. Padahal warga secara etika telqh menyampaikan surat kepada DPRD Cilegon.

"Aksi kami tidak anarkis, kenapa pintu gedung dewan harus ditutup, kami hanya ingin ketemu dan menyampaika keputusan dari PTUN kepada anggota dewan yang merupakan wakil dari masyarakat," pengakuannya.(ipul)
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: