seputarbanten.com-CILEGON, Untuk kedua kalinya warga Komplek Suralaya Rw 01 Kelurahan Suralaya Kecamatan Pulomerak Kota Cilegon, Siang Tadi (17/1), mendatangi kantor DPRD kota Cilegon, yang rencananya akan melakukan mediasi akan tetapi karna pihak dari Indonesia Power tidak hadir akhirnya warga hanya mengadu dan curhat.

Pertemuan tersebut dari DPRD kota Cilegon di wakilkan oleh 6 anggota dewan dari komisi 1 dan 2, dan sebagai pimpinan rapat tersebut Hasbi Sidik.

Dari pantauan seputar banten, warga menyampaikan unek-uneknya berdasarkan fakta yang terjadi atas ketidak adilan atas pembelian lahan milik warga yang dilakukan oleh PT. Indonesia Power.

Menurut Erik Rabiin Anggota Dewan Komisi 1 yang kebetulan kediamannya tidak jauh dari komplek suralaya, mendesak pimpinan rapat untuk segera memanggil PT.Indonesia Power.

"Kita harus segera panggil pihak dari indonesia pawer secepatnya bila perlu panggil pimpinan pusat, karna perusahan tersebut merupakan objek vital," tuturnya yang disambut dengan tepukan masyarakat.

Hal semada di ungkap Aam Amrullah Anggota DPRD Praksi PKS, yang mengatakan Persoalan tersebut harus segera diselesaikan dan jangan bertele-tele.

"Kami akan secepatnya memanggil pihak dari Indonesia Power," katanya

Ditempat yang sama Pimpinan Rapat Asbi Sidik Mengaku, akan memanggil pihak dari indonesia power secepatnya.

"Saya melihat ada perbedaan harga tanah, sehingga kita akan rapatkan bersama ketua DPRD dan merencanakan pemanggilan pihak dari Indonesia Power sebelum tanggal 24 Januari 2017," pengakuannya

Sementara itu Kordinator Perjuangan Komplek PLTU Suralaya Arnold Pardede, berharap pertemuan dengan DPRD ini warga mendapatkan solusi.

"Karna kita akan melakukan sidang di PTUN serang pada tanggal 24 januari 2017, sehingga saya berharap pertemuan ini mendapatkan solusi," harapnya.(Naga)
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: