Laporan Jurnalis SBO
Badiamin Sinaga

Kelangkangan gas elpiji 3 kg di Kota cilegon, warung yang biasa menjual gas elpiji tidak lagi menjual disebabkan pihak pemasok gas elpiji 3 kg tidak lagi mendistribusikannya.
Pantauan seputarbanten dillapangan menjumpai kelangkaan gas elpiji terjadi di kecamatan Pulomerak, Grogol, dan kecamatan Purwakarta, supri" pedagang sekitar merak menuturkan kepada seputarbanten.com sudah jarang pihak pangkalan datang, kalaupun ada yang datang menawarkan dengan harga yang mahal kisaran harga antara Rp. 20.000 hingga rp. 22.000 oleh penjual keliling yang naik roda 2, lalu akan kita jual berapa lagi kewarga, ungkap supri kepada SBO kamis 23-2-2017,

Terkait hal ini SBO mencoba konfirmasi ke Kabid Pasar kota cilegon Satiri tidak ada jawaban,sms dan Telp tidak di jawab. Sugio salah satu warga gerem menduga mengenai kelangkangan ini disebabkan adanya faktor distribusi yg melenceng dimana Pangkalan seharusnya melayani kebutuhan warga dengan mendistribusikan ke warung penjual eceran namun yang terjadi didistribusikan ke rumah makan, sugio berdalih bahwa dirinya kadang kadang minta tolong kepada warung padang sebelah rumah saya karna dia punya stok banyak, sebagaimana yang dituturkan sugio.

Menanggapi kelangkaan Gas elpiji Ketua LSM GP2B (gerakan pemuda peduli Banten) Henry raspati" meminta pemerintah kota cilegon khususnya Dinas perdagangan dan perindustrian agar secepatnya dapat mengatasi kelangkaan gas, saya khawatir jika ini berkelanjutan akan berdampak negatif terhadap kenerja pemerintah, beliau menambahkan pendistribusian Elpiji dalampendisteibusiannya harus terus diawasi secara ketat oleh pemerintah, kasihankan warga sampai ada yang membeli Tabung Gas ukuran 3 kg hingga rp 30,000" dimana HET (harga eceran tertinggi) adalah rp 15500/tabung.

Pantauan SBO dilapangan semestinya alur distribusi yang Agen yang resmi dari Pemkot Cilegon memasok Ke pangkalan yang ada disetiap kelurahan yang notabene nya sudah ada puluhan penjual dengan menggunakan roda dua ke warung warung eceran. Sesuai aturannya rumah rumah makan besar wajib menggunakan tabung gas elpiji berukuran 12 kg dalam pendistribusian ini perlunya pengawasan pemerintah.

Sinaga/SBO
Share To:

SeputarBanten.com

Media Berita Seputar Banten

Post A Comment: